Tips Kucing Biar Bugar, Rutin Mandi Hingga Fisioterapi

Kucing saat menjalani fisioterapi. Tahapan grooming pada kucing. (MERAPI-ISTIMEWA)

PENGGEMAR kucing memiliki beragam kiat agar satwa kesayangannya tersebut tampil bersih, cantik dan sehat. Satu di antaranya rutin dimandikan ataupun grooming. Saat ada keluhan kesehatan segera diterapi, bahkan bisa menggabungkan antara medis dengan fisioterapi. Tak jarang pemilik klinik satwa (pet care) bekerjasama dengan ahli fisioterapi.

Adapun grooming dikenal sebagai usaha menjaga kebersihan dan kecantikan kucing secara rutin. Selain dapat menjaga kebersihan kucing, grooming juga dapat mencegah berbagai peyakit antara lain yang dipicu jamur, kutu dan parasit. Sebagian pemilik kucing memandikan ataupun grooming satwa tersebut dilakukan seminggu sekali.

“Ketika merasa sibuk untuk grooming, dapat dibawa ke klinik satwa. Bisa juga tim dari klinik satwa dipanggil ke rumah pemilik kucing. Panggilan ke rumah, kalau di tempat kami sebaiknya janjian dahulu sehari sebelumnya,” ungkap drh Maya S dari Godean Pet Care & Shop di kawasan Jalan Godean Sleman, baru-baru ini.

Kategori grooming, sebutnya, ada grooming dalam dan luar. Masing-masing kategori masih dibagi lagi, yakni kering, sehat, kutu atau jamur serta kutu dan jamur (lengkap). Untuk satwa kucing biayanya mulai dari Rp 35.000 sampai Rp 55.000. Saat grooming ada pula pemeriksaan kesehatan umum, misalnya berat badan, mata, telinga, hidung, mulut, benjolan di tubuh, bulu dan kuku (cakar). Manfaatnya bagi bulu-bulu kucing, selain lebih bersih dapat juga mencegah/ mengurangi bulu rontok serta menjaga kondisi bulu dan kulit tetap baik.

Beberapa tahapan grooming, misalnya menyisir bulu-bulu secara lembut. Ketika ada bulu yang rontok dikumpulkan. Selain itu perlu merapikan bulu, antara lain bisa menggunakan gunting. Tak ketinggalan merapikan bulu-bulu kucing serta membuang bulu kusut yang tak dapat disisir. Soal potong/merapikan kuku kucing pun juga penting agar tak panjang-panjang serta rapi. Bahkan ada tahapan membersihkan bagian wajah seperti mata dan hidung, tak ketinggalan lubang telinga.

“Untuk terapi gabungan medis dan fisioterapi, misalnya trauma atau penyakit yang menimbulkan kesulitan alat gerak. Kami bekerjasama dengan ahlinya, Ari Kusumo asal Bantul,” ungkap drh Maya.

Sementara itu menurut Ari, terapi satwa mempunyai fungsi antara lain meningkatkan imun dan menyeimbangkan fungsi-fungsi kelenjar, melancarkan peredaran darah jika terjadi fraktur perlu zeropraktik, kemudian treatment untuk mengaktifkan syaraf-syaraf yang mati karena fraktur.

“Biasanya kita melakukan terapi totok jari dan pemijatan sedikit, untuk patah tulang zeropraktik dan untuk kelumpuhan bisa juga dengan hydroterapi, yaitu dengan direnangkan,” jelas Ari.(Yan)

Read previous post:
Penataan Pantai Glagah Butuh Dukungan Dana Alokasi Khusus

TEMON (MERAPI) - Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Pariwisata setempat tengah mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020 kepada Pemda DIY untuk

Close