Pasar Demangan Mulai Terapkan Retribusi Elektronik

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mendampingi pedagang Pasar Demangan membayar retribusi secara nontunai. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

GONDOKUSUMAN (MERAPI) – Setelah Pasar Beringharjo sisi barat, kini giliran Pasar Demangan menerapkan pembayaran retribusi pasar secara non tunai dengan teknologi uang elektronik atau e-retribusi. Pada tahap awal dari sekitar 700 pedagang Pasar Demangan baru 180 pedagang yang sudah memanfaatkan e-retribusi itu.

“Tidak sulit. Cuma ditempelkan kartunya di mesin, retribusi sudah terbayarkan. Asalkan kartu ada saldonya,” kata seorang pedagang Siti Umronah usai membayar retribusi saat peresmian e-retribusi di Pasar Demangan, Rabu (13/2).

Siti atau yang dikenal Umi Suharto menilai menggunakan e-retribusi dengan uang elektronik di sekaligus bisa menabung di bank dan lebih aman. Proses pembayaran, lanjutnya, juga lebih cepat dibandingkan sebelumnya petugas harus mendatangi satu-satu pedagang untuk menarik retribusi.

Dia menuturkan jika saldo di uang elektronik kurang dari Rp 1 juta, maka ada beban biaya administrasi Rp 4.000. Kondisi itu diakui Umi yang juga Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Demangan, membuat sebagian pedagang belum menggunakan e-retribusi. “Yang masih awam itu pada belum pakai e-retribusi karena belum tahu dan takut kehilangan administrasi Rp 4.000. Mau e-retribusi atau yang sebelumnya, bagi pedagang yang penting nggak ruwet pembayarannya,” paparnya.

Menurut Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti retribusi secara non tunai dengan uang elektronik memberikan kemudahan pedagang dalam membayar kewajibannya. Keberadaan e-retribus juga bagian dari mendukung Yogyakarta sebagai smart city. Di tengah perkembangan teknologi dan gerakan non tunai maka nantinya semua transaksi non tunai.

“Ini adalah peralihan metode pembayaran yang memudahkan pedagang membayar retribusi. Tapi jangan hanya membayar retribusi di awal, selanjutnya juga harus membayar sendiri di mesin karena tidak ada petugas yang memungut retribusi,” terang Haryadi.

Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono menjelaskan, sebagian besar pedagang di Pasar Demangan yang belum memanfaatkan e-retribusi karena masih dalam proses. Dalam penerapan e-retribusi di Pasar Demangan itu Pemkot Yogyakarta bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN). “Ini masih tahap awal, pedagang yang belum segera diproses,” ujar Yunianto.

Hingga kini sudah ada 24 pasar tradisional yang menerapkan pembayaran retribusi secara non tunai dari total 30 pasar. Selain e-retribusi di 2 pasar, sisanya menggunakan teknologi quick respons atau QR Code. Pihaknya menargetkan semua pasar bisa menerapkan pembayaran retribusi secara non tunai pada tahun 2019. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Kelas Keistimewaan untuk Pengemudi Online

YOGYA (MERAPI) - Pengemudi ojek atau taksi berbasis aplikasi online perlu mendapat pemahaman yang benar terkait Keistimewaan Yogyakarta. Para driver

Close