Walikota Gagas Adipura Tingkat Kecamatan

Sejumlah anak memanfaatkan RTH di Gajah Wong Educational Park Kampung Pandayen Umbulharjo. Keberadaan RTH menjadi salah satu aspek penilaian Adipura. (MERAPI-TRI DARMIYATI)
Sejumlah anak memanfaatkan RTH di Gajah Wong Educational Park Kampung Pandayen Umbulharjo. Keberadaan RTH menjadi salah satu aspek penilaian Adipura. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

UMBULHARJO (MERAPI) – Pemkot Yogyakarta menggelar penilaian Adipura tingkat kecamatan untuk pertama kalinya tahun 2018. Kegiatan itu untuk mendorong 14 kecamatan di Kota Yogyakarta menjaga kebersihan lingkungan untuk mendukung penilaian Adipura tingkat nasional.

“Adipura kecamatan ini yang menggagas awal Pak Walikota. Tujuannya agar semua kecamatan siap jika ada penilaian Adipura di Kota Yogyakarta. Tidak gagap karena belum siap,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Suyana, Kamis (17/5).

Suyana menjelaskan, penilaian Adipura Kecamatan dilakukan tiga tahap yakni fisik, administrasi dan wawancara. Penilaian fisik dengan mendatangi langsung tiap kecamatan berkaitan dengan penatan fisik kebersihan lingkungan seperti penataan pasar dan pedagang kaki lima serta ruang terbuka hijau (RTH).

“Kami banyak melakukan penilaian di lokasi yang kerap digunakan oleh pedagang kaki lima. Penilaian juga pda program lingkungan yang dijalankan kecamatan dengan anggaran dari kecamatan misalnya RTH yang dibuat kecamatan di kelurahan dan kegiatan bidang lingkungan,” terangnya.

Proses penilaian penghargaan Adipura tingkat kecamatan di Kota Yogyakarta kini sudah memasuki tahap akhir yaitu wawancara 14 kecamatan. Menurutnya berdasarkan hasil wawancara ada beberapa kecamatan yang melakukan inovasi terhadap program lingkungan. Rencananya pemenang Adipura tingkat kecamatan akan diumumkan paling lambat saat hari ulang tahun Kota Yogyakarta pada Oktober mendatang. Pemenang akan mendapat apresiasi.

Secara terpisah Camat Kotagede Nur Hidayat mengatakan, selama ini mengadakan kegiatan dan program terkait pengelolaan lingkungan di antaranya kerja bakti, Gerakan Sapa Lingkungan Kesehatan dan kegiatan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu peningkatan aktivitas 35 bank sampah.

”Kalau untuk PKL selama ini di Kotagede sebagian besar di Lapangan Karang. Mereka dalam pembinaan kami, meksipun perpanjangan izin belum diproses karena menunggu perda PKL,” tutur Nur Hidayat. (Tri)

Read previous post:
Ketersediaan Pupuk Dijamin

WONOSARI (MERAPI) - Petani Gunungkidul tidak perlu khawatir, karena Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menjamin persediaan pupuk. "Kami berharap

Close