Dua Peserta UN SMP di Yogya Mengundurkan Diri

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menyalami para siswa saat memantau UN di SMPN 1 Yogyakarta. (MERAPI-ISTIMEWA)
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menyalami para siswa saat memantau UN di SMPN 1 Yogyakarta. (MERAPI-ISTIMEWA)

GONDOKUSUMAN (MERAPI) – Peserta Ujian Nasional SMP Kota Yogyakarta tahun ajaran 2017/2018 dipastikan tidak lulus 100 persen. Pasalnya ada dua siswa peserta UN SMP yang mengundurkan diri dan tidak mengikuti ujian. Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta belum dapat memastikan penyebab kedua siswa itu mengundurkan diri.

“Dua siswa yang mengundurkan diri itu tidak mengikuti UN, sehingga tidak lulus. Itu otomatis mempengaruhi persentase kelulusan SMP di tingkat kota tidak bisa 100 persen,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana di sela pemantuan UN di SMPN 8 Yogyakarta, Rabu (25/4).

Edy menjelaskan, kedua siswa yang mengundurkan diri itu sudah tercatat sebagai peserta UN berbasis komputer. Penetapan daftar peserta UN biasanya ditetapkan pada Februari. Namun setelah penetapan daftar peserta UN itu baru diketahui ada dua siswa yang mengundurkan diri beberapa bulan sebelum UN berlangsung.

“Kami belum dapat laporan dari sekolah yang bersangkutan penyebab kedua siswa itu mengundurkan diri. Pada UN tahun-tahun sebelumnya juga ada siswa yang mengundurkan diri seperti ini padahal sudah tercatat sebagai peserta UN, sehingga tidak bisa lulus 100 persen,” terangnya.

Menurutnya sekolah seharusnya segera melaporkan ke Disdik jika ada siswa yang mengundurkan diri. Laporan itu diusahakan saat penetapan daftar nominasi sementara peserta UN, sehingga data peserta UN dapat direvisi. Lantaran sudah tercatat sebagai peserta UN, maka Disdik Kota Yogyakarta tetap memberikan pelayanan mulai dari persiapan ujian nasional hingga pelaksanaannya.

Hingga hari ketiga UN SMP ada 9 siswa yang tidak bisa mengikuti UN karena sakit. Dia menuturkan bahkan ada siswa yang tidak bisa mengikuti UN SMP hari pertama hingga akhir karena menjalani operasi usus buntu. Sembilan siswa itu diberi kesempatan mengikuti UN susulan.

Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menilai persoalan pengunduran diri siswa ittu perlu menjadi evaluasi semua pihak. Namun diakuinya tidak mudah karena tidak semua siswa di SMP Kota Yogyakarta adalah penduduk Yogyakarta.

”Yang sekolah di Yogya ini tidak semua ber-KTP Yogya,” imbuh Heroe.  Ditambahkan dari hasil pemantauan UN SMP hari ketiga berjalan lancar dan tidak ada kendal teknis seperti pada hari pertama.

Di tempat terpisah Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti juga memantau pelaksanaan UN di SMPN 1 Yogyakarta. Pihaknya juga mengimbau sekolah dan para guru untuk menciptakan kegiatan yang positif untuk siswa setelah UN berakhir.

“Bukan berarti saat UN selesai maka kegiatan akademik juga selesai. Saya harapkan, guru dan sekolah tetap melaksanakan kegiatan supaya siswa ingat dengan sekolahnya,” ucap Haryadi. (Tri)

Read previous post:
Tiga Petahana DPD DIY Kembali Mendaftar

UMBULHARJO (MERAPI) - Sebanyak tiga dari empat petahana Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari DIY memastikan mendaftar kembali untuk mengikuti kontestasi

Close