Padat Karya Bangun Talut di Ponggalan, Sisakan 30 Meter Rawan Longsor

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi meninjau tebing yang telah dibangun melalui program padat karya infrastruktur di RW 06 Ponggalan. (MERAPI-TRI DARMIYATI)
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi meninjau tebing yang telah dibangun melalui program padat karya infrastruktur di RW 06 Ponggalan. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

UMBULHARJO (MERAPI) – Program padat karya infrastruktur di Kota Yogyakarta tahun 2018 menyasar wilayah RT 18 RW 06 Ponggalan Kelurahan Giwangan Kecamatan Umbulharjo. Program itu berupa pembangunan talut sepanjang 28 meter persegi dengan tinggi 3 meter. Warga berharap program itu bisa berlanjut karena masih ada sekitar 30 meter tebing bantaran Sungai Gajah Wong belum ditalut.

“Kami mengapresiasi program padat karya infrastruktur yang sudah terlaksana. Tapi kami mohon ditambah untuk menyambung talut di sisi utara hingga sepanjang 30 meter persegi,” kata Ketua RW 06 Ponggalan, Eko Budi Haryanto saat peresmian padat karya infrastruktur di Ponggalan, Selasa (24/4).

Menurutnya, tebing yang berada di kawasan bantaran sungai itu selama ini rawan longsor. Kendati masih ada beberapa pohon di tebing tapi selama ini tidak mampu menahan dan sudah berkurang hingga sekitar 200 meter. Oleh sebab itu warga berharap padat karya pembangunan talut dari Pemkot Yogyakarta tahun 2018 yang telah dilaksanakan, tidak berhenti.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Lucy Irawati menyebut kegiatan padat karya infrastruktur tahun ini menyasar di RW 06 Ponggalan dengan dana APBD Rp 219 juta. Talut dikerjakan oleh 48 tenaga kerja dari warga setempat selama 30 hari.

“Kegiatan itu fisik lebih banyak menggunakan tenaga kerja langsung bukan mesin. Tujuannya untuk meningkatakan fasulitas umum di masyarakat sekaligus memberikan pekerjaan bagi warga yang membutuhkan untuk beberapa saat,” terang Lucy.

Terkait permohonan warga agar infrastruktur padat karya berlanjut, pihaknya menyatakan untuk penambahan pada anggaran perubahan tahun ini tidak bisa dilakukan karena anggaran untuk tenaga terbatas. Namun dimungkinkan kelanjutkan padat karya infrastruktur itu bisa ditambahkan pada tahun 2019.

Sedangkan Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengapresiasi semangat masyarakat dalam program padat karya infrastruktur karena harapannya bisa mensejahterakan masyarakat. Kegiatan itu, lanjutnya, juga menjadi bagian dari gerakan Gandeng Gendong Pemkot Yogyakarta. (Tri)

Read previous post:
UNBK SMP DI SLEMAN – Ujian Hari Kedua Lebih Lancar

SLEMAN (MERAPI) - Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP sudah lebih stabil, Selasa (24/4). Tidak terpantau adanya

Close