Wapres Kunjungi Puri Mataram Tridadi Sleman

 

Jusuf Kalla dan rombongan saat meninjau Puri Mataram. (MERAPI-SULISTYANTO)USAI membuka Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Wakil Presiden RI Dr Drs H Muhammad Jusuf Kalla mengunjungi lokasi wisata edukasi dan keluarga Puri Mataram kawasan Tridadi Sleman, Senin (26/11). Selain mengelilingi kompleks Puri Mataram sebagai salah satu unit usaha Bumdes Tridadi Makmur , rombongan juga menikmati makanan tradisional serta ramah-tamah sejenak.

Menurut Kepala Desa Tridadi Sleman, Kabul Muji Basuki, dalam ramah-tamah di kompleks kuliner Puri Mataram hadir pula antara lain Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwana X, Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSi, beberapa pejabat penting lain serta Direktur Bumdes Tridadi Makmur R Agus Cholik SE MM. Pada kesempatan tersebut, Jusuf Kalla antara lain berpesan agar Puri Mataram dapat dikelola dengan baik, bisa tampil rapi, bersih, indah dan memberi nilai ekonomi kepada masyarakat luas.

“Kunjungan Wakil Presiden RI ke Tridadi ini sekaligus dalam rangka <I>ngaruhke<P> atau mengecek langsung pembangunan proyek dana desa,” urai Kabul kepada <I>Merapi<P>.

Ditambahkan Kabul, saat ramah-tamah, Jusuf Kalla dan rombongan juga menyempatkan menikmati beberapa makanan tradisional seperti klepon serta kacang rebus. Pihaknya sengaja menyediakan aneka jenis makanan maupun minuman tradisional saat ada rombongan tamu. Bahkan beberapa makanan dan minuman tradisional juga banyak dijual pedagang di Pasar Ndelik Puri Mataram setiap Minggu pagi sampai siang.

“Selain mengelola Puri Mataram, Tridadi Makmur juga mengelola budidaya tanaman hias terutama aglaonema. Sebagian tanaman bahkan bisa disewakan seperti untuk kantor-kantor, lokasi kuliner maupun di acara-acara yang membutuhkan dekorasi dilengkapi tanaman,” jelasnya.

Sementara itu Direktur Tridadi Makmur, Agus Cholik mengungkapkan, merasa gembira Wakil Presiden RI berkenan berkunjung atau meninjau kawasan Puri Mataram. Bahkan berkeliling meninjau beberapa wahana seperti taman kelinci, embung Mesem, taman bunga serta menyapa sejumlah pedagang di gazebo-gazebo Pasar Ndelik.

Kunjungan seperti ini akan menjadi motivasi tersendiri untuk terus berinovasi serta memajukan Puri Mataram.

“Dalam waktu dekat, kami akan membuka wahana-wahana penting lain seperti spot selfi <I>kitiran<P> dan kolam tangkap ikan. Saat masuk wahana memang dikenai biaya, tapi masuk ke kawasan sini sekadar jalan-jalan maupun foto-foto tak dipungut biaya,” papar Agus.

Masih menurutnya, adanya Tridadi Makmur dengan unit usahanya memiliki beberapa tujuan, misalnya menambah PAD yang ada di Desa Tridadi, mengurangi pengangguran, memberdayakan masyarakat, menumbuhkan pendapatan masyarakat serta mengenalkan makanan maupun minuman tradisional di masyarakat. Saat ada beberapa even pihaknya pun biasa menggandeng kelompok kesenian tradisional, misalnya kelompok karawitan yang ada di Dusun Drono. (Yan)

 

Read previous post:
TUNTUT REPERDA TRANSPORTASI LOKAL DITUNDA-Pengemudi Betor: Ini Urusan Perut

UMBULHARJO (MERAPI) - Ratusan pengemudi becak motor (betor) yang tergabung dalam Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY) menggeruduk Gedung DPRD Kota

Close