TMMD Konsentrasi Gerakkan Perekonimian Rakyat di Masa Pandemi Covid-19

Pembukaan TMMD di Desa Jlegong

TEMANGGUNG (MERAPI) – Pemberdayaan perekonomian rakyat pada masa Pandemi Covid-19 menjadi salah satu konsentrasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap III tahun 2020 Kodim 0706 Temanggung yang dilangsungkan di di Desa Jlegong, Kecamatan Bejen.

Komandan Kodim 0706/Temanggung Letkol Czi Kurniawan Hartanto mengatakan TMMD tidak hanya untuk pembangunan sarana fisik, namun juga non fisik yang diantarannya edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam menggali potensi ekonomi untuk menggerakkan perekonomian.

” Ekonomi harus bergerak dimasa Pandemi Covid-19. TNI pada TMMD di Temanggung salah satunya berperan ikut merangsang dan memacu menggerakkan perekonomian,” kata Kurniawan, Rabu (23/9).

Dia mangatakan langkah itu diantaranya melalui edukasi dan pelatihan pemanfaatan potensi ekonomi masyarakat, membantu promosi dan pemasaran. Titik akhir adalah penjualan yang diterima pasar dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Dia menyampaikan TMMD berlangsung selama 30 hari mulai, 22 September 2020 hingga 21 Oktober 2020. Sedangkan sasaran fisik diantaranya adalah betonisasi jalan sepanjang 1100 m, sasaran pendamping rehab rumah RTLH 1 unit bantuan dari Baznas Kabupaten Temanggung. Sasaran non fisik lainnya adalah sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19, dan pemberian wawasan kebangsaan.

Dia mengemukakan sumber anggara dari beberapa sektor terdiri dari APBD provinsi Rp 239 juta dan APBD Kabupaten Temanggung Rp 500 juta atau total Rp 739 juta.

Bupati Temanggung Al Khadziq berharap TMMD dapat memberikan maafkan untuk seluruh masyarakat di Desa Jelgong. TMMD merupakan bagian merawat dan mengikat kebersamaan kegotongroyongan antara TNI dan rakyat dalam mengatasi berbagai persoalan kebangsaan dan persoalan kemasyarakat.

” Sinergitas kemanunggalan TNI dan masyarakat serta pemerintah Daerah dan pemerintah Desa merupakan suatu kekuatan yang luar biasa untuk memajukan desa, menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai permasalahan yang ada di desa,” kata dia.

Dia mengatakan masalah yang sedang dihadapi dan paling penting saat ini adalah situasi Pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 bukan hanya membahayakan bagi kesehatan tetapi juga berdampak pada hampir semua sektor kehidupan saat ini. (Osy)

Read previous post:
Kidung Rumeksa Ing Wengi, Tolak Bala Pageblug Covid-19

GUBERNUR DIY yang juga Raja Ngayogyakarta Hadinigrat, Sri Sultan HB X, mengatakan selain dengan mengupayakan pengobatan medis dalam menghadapi pandemi

Close