Menunggu perbaikan PSS Sleman saat hadapi Madura United di BRI Liga 1 besok di Stadion Manahan Solo

- Rabu, 7 Desember 2022 | 10:38 WIB
Pelatih PSS Sleman harus segera memperbaiki kesalahan sebelum melawan Madura United pada BRI LIga 1 besok. (Instagram @pssleman)
Pelatih PSS Sleman harus segera memperbaiki kesalahan sebelum melawan Madura United pada BRI LIga 1 besok. (Instagram @pssleman)

HARIAN MERAPI - Menukiknya mental para pemain ditengarai menjadi sebab kekalahan PSS Sleman dari Bhayangkara FC di BRI Liga 1, Senin (5/11/2022) lalu.

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro membeberkan dua peristiwa yang menjatuhkan mental anak asuhnya sehingga kalah dari Bhayangkara FC di BRI Liga 1.

Pertama, tim PSS Sleman mereka tertahan cukup lama di ruang ganti pemain karena menunggu kepastian pertandingan lanjutan BRI Liga 1.

Baca Juga: Ledakan terjadi di Polsek Astanaanyar Bandung, diduga bom bunuh diri

Kedua, gol Andik Vermansyah yang membuat Bhayangkara FC unggul 2-1 tak lama setelah Kim Jeffrey Kurniawan menyamakan skor.

"Banyak dari kesalahan kami seperti salah passing, terlalu banyak membawa bola. Kami harusnya bermain efektif, lebih simpel. Harus kami perbaiki ke depannya," kata Seto.

Di luar mental dan kesalahan elementer, pemilihan komposisi pemain dari pelatih berlisensi AFC Pro itu juga dipertanyakan.

Bagus Nirwanto, kapten tim yang biasa menempati bek kanan digeser ke kiri. Keputusan ini cukup merugikan lantaran area sayap kiri PSS kerap dieksploitasi pemain Bhayangkara FC.

Baca Juga: Atasi banjir kawasan selatan, DPRD Kulon Progo minta pembersihan muara dilakukan lebih awal

Proses gol pertama Bhayangkara terjadi lewat area kiri pertahanan PSS.

Selain itu komposisi lini tengah gagal memberi keseimbangan. Kim Jeffrey Kurniawan, Todd Ferre, dan Ze Valente menciptakan lubang besar ketika kehilangan bola sehingga PSS Sleman kewalahan menghadapi serangan balik.

Situasi terkendali ketika Wahyu Sukarta dimainkan tetapi sudah terlambat. PSS butuh pemain seperti Jihad Ayoub untuk melindungi benteng pertahanan.

PSS Sleman hanya punya waktu sempit untuk memperbaiki kesalahan teknis sekaligus menaikkan mental pemain.

Baca Juga: Spanyol kalah adu penalti oleh Maroko, Sergio Busquet: tersingkir lewat cara yang kejam

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X