• Sabtu, 26 November 2022

Tragedi Kanjuruhan, Kompolnas : Tim investigasi masih telusuri perintah penggunaan gas air mata

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 20:55 WIB
Komisioner Kompolnas Albertus Wahyurudhanto (tengah) pada saat memberikan keterangan kepada media, di Polres Malang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022).  (ANTARA/Vicki Febrianto)
Komisioner Kompolnas Albertus Wahyurudhanto (tengah) pada saat memberikan keterangan kepada media, di Polres Malang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022). (ANTARA/Vicki Febrianto)

HARIAN MERAPI - Penggunaan gas air mata untuk membubarkan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang Sabtu (1/10), diduga menjadi penyebab tewasnya banyak suporter Arema.

Namun Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan hingga saat ini tim investigasi tragedi Kanjuruhan masih menelusuri terkait perintah penggunaan gas air mata tersebut.

Komisioner Kompolnas Albertus Wahyurudhanto, mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya juga masih melakukan penelitian terkait dari mana perintah kepada anggota di lapangan untuk menggunakan gas air mata tersebut.

Baca Juga: Program Prakerja akan dilanjutkan tahun 2023, Ekonom : Bisa jadi bantalan bagi yang membutuhkan

"Ini kami teliti. Karena saat itu Kapolres Malang sedang di luar akan mengamankan pemain (Persebaya) yang akan keluar," kata Wahyu di Malang, Selasa (4/10/2022).

Wahyu menjelaskan, pada saat Kapolres Malang (nonaktif) AKBP Ferli Hidayat tersebut berada di luar, di dalam Stadion Kanjuruhan terjadi kericuhan dan kemudian petugas menggunakan gas air mata untuk mengurai massa.

Dengan kondisi tersebut, katanya lagi, diperkirakan ada pejabat di dalam yang memerintahkan anggota untuk menggunakan gas air mata tersebut. Penggunaan gas air mata itu, menyebabkan kepanikan para suporter yang ada di dalam stadion.

"Kejadian itu di dalam, berarti ada pejabat di dalam yang memerintahkan. Siapa orangnya, sedang disidik. Tapi sembilan orang sudah dicopot. Tim sedang bekerja," ujarnya pula.

Baca Juga: Ketua Panpel Arema FC dihukum seumur hidup tidak boleh beraktivitas di lingkungan sepak bola

Ia menambahkan, Kapolres Malang (nonaktif) Ferli Hidayat saat itu tidak memerintahkan anggotanya untuk menggunakan gas air mata guna mengurai massa. Saat itu, Ferli telah mengambil langkah antisipasi dengan memberikan arahan langsung kepada personel.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Manchester United resmi tendang Cristiano Ronaldo

Rabu, 23 November 2022 | 06:00 WIB

Misi terakhir Messi genggam trofi Piala Dunia

Selasa, 22 November 2022 | 08:00 WIB
X