• Sabtu, 4 Desember 2021

Bank BPD DIY Bima Perkasa Tak Potong Gaji Pemain

- Kamis, 16 April 2020 | 09:28 WIB

-

SLEMAN (HARIAN MERAPI) - Efek domino massifnya penyebaran Covid-19 di Indonesia mulai dirasakan banyak pihak. Wabah yang menyebar mulai Maret 2020 itu memukul perekonomian sehingga menyeret aktivitas olahraga di Indonesia.

 

Indonesian Basketball League (IBL) merasakan benar dampak ini. Penyelenggara kompetisi bola basket tertinggi tanah air itu menunda kelanjutan liga hingga September, atau ke batas waktu di mana situasi sudah benar-benar aman lalu menyarankan tiap klub melakukan penyesuaian gaji terhadap para pemain yang masih terikat kontrak dengan klub sampai batas waktu itu.

 

"Bila terdapat kondisi klub yang sangat mendesak dan harus menempuh pilihan penyesuaian gaji, kebijakan ini diserahkan kepada masing masing klub. Penyesuaian ditentukan berdasar nilai pemain yang ada. Gaji pemain pemotongan juga tidak boleh kurang dari upah dan standar minimal klub berada," papar Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah usai rapat virtual bersama manajemen klub peserta IBL.

 

Junas menambahkan para pemain wajib diberikan haknya secara penuh di bulan Maret lantaran IBL masih menggelar pertandingan. Bank BPD DIY Bima Perkasa langsung menggelar rapat internal lalu merespon kebijakan IBL itu. Selama pandemi manajemen memutuskan tidak ada pemotongan gaji terhadap pemain. Manajemen tidak ingin perekonomian para pemain terganggu selama turut menekan penyebaran Covid-19 dengan beraktivitas di rumah.

 

Namun manajemen meniadakan tunjangan seperti Tunjangan Hari Raya (THR) yang tiap tahun selalu diberikan. Kebijakan ini juga sudah disampaikan ke para pemain sejak Senin (13/4) lalu.

Halaman:

Editor: admin_merapi

Tags

Terkini

Bekuk Brentford 2-0, Tottenham Hotspur Tempel Arsenal

Jumat, 3 Desember 2021 | 07:47 WIB
X