• Minggu, 17 Oktober 2021

BANK BPD DIY BIMA PERKASA - Pejovic dan Diakite Coaching Clinic 3x3

- Senin, 24 Februari 2020 | 07:53 WIB

-
Filip Pejovic memberikan instruksi pada peserta dalam memberikan materi. (HARIAN MERAPI-SWADESTA ARIA WASESA)

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Dua legiun asing Bank BPD DIY Bima Perkasa, Mamadou Diakite dan Filip Pejovic bersama pemain lokal Ali Mustofa berbagi tips dan trik basket 3x3 bersama pebasket muda Yogya dan murid Bima Perkasa Academy di GOR Samapta Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Minggu (23/2) sore. Puluhan pebasket dan murid akademi sangat serius menyerap materi yang mereka berikan dalam coaching clinic bertajuk "Intensive 3x3 Drills" itu.

"Intesive Drill itu salah satu program dari Bima Perkasa Academy karena kami melihat 3x3 di Yogyakarta makin populer. Program ini tujuannya untuk melatih 3x3 secara komprehensif bagi pebasket yang tertarik ke ranah tersebut," kata Fika Nurazam Wirastuti selaku Manajer Bima Perkasa Academ, Minggu (23/2).

Sebelum berlatih bersama tiga pemain pro Bank BPD DIY Bima Perkasa, puluhan peserta lebih dulu diberi wacana tentang perbedaan dan peraturan basket 3x3 karena belum banyak yang melihat kompetisinya secara langsung. Setelah itu mereka mencoba mempraktikkan peraturan tersebut bersama pelatih akademi, Oleh Halim. Lalu puluhan peserta dibagi menjadi dua kelompok untuk belajar ke Filip, Diakite, dan Ali Mustofa.

"Materi yang diberikan seperti motor skill (kecepatan dan agility) dan teknik (layup, shooting). Untuk materi hari ini (kemarin, Red) kami pakai referensi dari panduan latihan tim basket juara dunia 3x3, Novi Sad," sambung Fika.

Tiga pemain Bank BPD DIY Bima Perkasa sangat serius dalam memberi materi. Pejovic misalnya, menyisipkan latihan fisik di tengah teknik dan motorik. Kurang lebih dua selama dua jam, para peserta coaching clinic mendapat materi lalu dilanjutkan scrimmage game 3x3 dengan memakai peraturan yang telah dijelaskan sebelumnya.

"Kenapa saya tadi sangat serius? Jawabannya mudah, soal basket di latihan atau memberi pelatihan saya sama seriusnya. Apalagi anak-anak, sejak awal mereka harus dikenalkan dengan kedisiplinan yang tinggi. Kalau kita serius mereka juga pasti sangat serius belajar," kata Filip usai memberi pelatihan. (Des)

Halaman:

Editor: admin_merapi

Tags

Terkini

X