• Kamis, 26 Mei 2022

Garuda Pertiwi Bisa Lolos Perempat Final Piala Asia Putri 2022 dengan Catatan

- Selasa, 25 Januari 2022 | 08:30 WIB
Penjaga gawang Timnas putri Indonesia Fani (kedua kanan) mencoba menangkap bola saat bertanding melawan Timnas putri Thailand dalam laga Grup B Piala Asia 2022 di DY Patil Stadion, Navi Mumbai, India, Senin (24/1/2022). Timnas putri Indonesia kalah 0-4.  (ANTARA FOTO/HUMAS PSSI)
Penjaga gawang Timnas putri Indonesia Fani (kedua kanan) mencoba menangkap bola saat bertanding melawan Timnas putri Thailand dalam laga Grup B Piala Asia 2022 di DY Patil Stadion, Navi Mumbai, India, Senin (24/1/2022). Timnas putri Indonesia kalah 0-4. (ANTARA FOTO/HUMAS PSSI)

JAKARTA, harianmerapi.com - Pelatih tim nasional putri Indonesia Rudy Eka Priyambada menyebut bahwa skuadnya takluk dengan skor 0-4 dari Thailand pada laga Grup B Piala Asia 2022 di India, Senin (24/1) malam, karena kalah mental dari lawan.

"(Kekalahan-red) ini merupakan masalah mentalitas tim saya. Kebanyakan dari mereka memang tidak pernah menghadapi pertandingan internasional seperti ini. Saya pikir kami mesti terus belajar," ujar Rudy dalam konferensi pers virtual setelah pertandingan yang diikuti di Jakarta.

Menurut juru taktik berusia 39 tahun itu, belum terbentuknya kekuatan psikologis menghadapi turnamen Piala Asia membuat para pemain skuad "Garuda Pertiwi" kesulitan mengembangkan performa di lapangan.

Baca Juga: Kalah 0-4 Dari Thailand, Peluang Timnas Putri Indonesia Nyaris Tertutup

Hal itu membuat Zahra Muzdalifah dan kawan-kawan tak mampu mengendalikan pertandingan dan menguasai bola dengan baik.

Mereka pun tak fasih dalam membuat keputusan dasar yang penting, misalnya kapan harus mengoper dan menggiring bola.

Situasi tersebut, Rudy melanjutkan, sudah terjadi sejak laga perdana timnas putri Indonesia di Grup B Piala Asia 2022 kontra Australia, Jumat (21/1). Akibatnya, ketika itu Indonesia kalah telak 0-18.

Baca Juga: Timnas Putri Australia Hormati Timnas Putri Indonesia dengan Turunkan Skuad Terbaiknya

"Pemain kami datang ke turnamen ini dengan perasaan gugup, terutama ketika merasakan suasana, melihat stadion dan lawan-lawan yang kami hadapi. Namun, ini semua proses yang harus kami lewati agar sepak bola putri Indonesia semakin berkembang," tutur pria yang pernah berkarier di klub Bahrain Al-Najma sebagai asisten pelatih tersebut.

Halaman:

Editor: Sutriono

Artikel Terkait

Terkini

PSG Tertarik Gunakan Jasa Pep Guardiola

Rabu, 25 Mei 2022 | 07:20 WIB

AC Milan Juara Liga Italia Musim Ini

Senin, 23 Mei 2022 | 06:30 WIB
X