• Minggu, 3 Juli 2022

Liga 3 Banyak Pengeroyokan Wasit Hingga Pemain Meninggal, Pengamat Sepakbola Minta Jokowi Tinjau Izin

- Sabtu, 25 Desember 2021 | 11:02 WIB
Wasit dievakusi pakai mobil ambuans usai dikeroyok belasan pemain Liga 3. (Foto: tangkapan layar instagram @pengamatsepakbola)
Wasit dievakusi pakai mobil ambuans usai dikeroyok belasan pemain Liga 3. (Foto: tangkapan layar instagram @pengamatsepakbola)

MAKASSAR,harianmerapi.com-Pengamat sepakbola nasional, Akmal Marhali meminta Presiden Jokowi dan Kemenpora untuk menghentikan dan meninjau lagi Izin Pertandingan sepakbola di Indonesia. Hal ini menyusul banyaknya kasus di Liga 3, mulai wasit dikeroyok hingga pemain meninggal dunia.

"Presiden @jokowi dan Wakil Presiden @kyai_marufamin beserta @kemenpora @kemendagri @satgascovid19.id @bnpb_indonesia dan @kapolri.id @divisihumaspolri harus meninjau kembali perizinan pelaksanaan kompetisi sepakbola Indonesia yang digelar di tengah pandemi. Alih-alih untuk hiburan, kompetisi justru menjadi tempat pelampiasan emosi," ujar Akmal Marhali dalam unggahan di Instagram yang dilihat Sabtu (25/12/2021).

Dia menjelaskan, tidak tegasnya regulasi, ketidakpercayaan kepada ofisial pertandingan sampai kurang tegasnya PSSI baik pusat maupun daerah serta operator dalam membenahi tata kelola sepakbola Indonesia membuat pelaksanaan liga di Indonesia saat ini semrawut.

Baca Juga: Wasit Dikeroyok Belasan Pemain Liga 3 Hingga Babak Belur, Dilarikan ke Rumah Sakit Pakai Ambulans, Dijahit 10

"Pelaksanaan Liga 3 misalnya. Hampir di setiap zona atau regional terjadi aksi kericuhan di lapangan. Mulai dari tawuran antar pemain, pemukulan antar wasit sampai memakan korban jiwa meninggalnya kiper @tornadofcpekanbaru @taufik_ramsyah karena buruknya penanganan medis di lapangan," ujarnya.

Dia kemudian memposting aksi pengeroyokan wasit di lapangan di pertandingan Liga 3 Zona Sulsel antara Gasma Enrekang vs Nenne Malomo Sidrap.

Di pertandingan itu, wasit sampai harus dilarikan ke Rumah Sakit karena mengalami luka sobek di kepala karena aksi penganiayaan.

"Sebelumnya, juga terjadi aksi kekerasan serupa di laga final @liga3jawa zona Daerah Istimewa Yogyakarta. Begitu juga di Zona Nangroe Aceh Darussalam, Jawa Timur, Jawa Barat, Riau, Sumatera Barat, dan Kalimantan," ujarnya.

Baca Juga: Mataram Utama Juara Liga 3 DIY Usai Kalahkan Sleman United

Ditambahkan, hampir di setiap regional Liga 3 selalu berujung kisruh. "Anarkis dan brutal. Ini tidak bisa dibiarkan. Pembiaran sama dengan pembenaran. Menpora Zainuddin Amali sebagai pembina olahraga Indonesia harus berani mengambil tindakan untuk memberikan peringatan kepada PSSI baik pusat maupun daerah untuk melakukan pembenahan. Bila tidak, hentikan saja kompetisi sepakbola nasional," tandasnya.*

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X