Pati Punya Persipa dan PSG

Stadion Bung Karno di Mojoagung Pati menjadi basecamp PSG. (Foto: Alwi Alaydrus).

PATI (MERAPI) – Dunia sepakbola di Tanah Air tiba-tiba diguncangkan kota Pati (Jateng). Ini tidak lain, setelah kota yang berjuluk Bumi Mina Tani mendadak punya dua klub, yakni Persipa dan PSG yang siap berlaga di event resmi PSSI.

“Punggawa Persipa dan PSG siap berlaga. Tinggal nunggu aba-aba dari PSSI,” kata Wakil Bupati Pati, H Saiful Arifin SE.

Di tengah kesibukannya sebagai wakil bupati, pengusaha dan nahkoda Persipa, dan sebagai pemilik PSG, H Saiful Arifin (biasa dipanggil Safin), ternyata bersedia menjawab beberapa pertanyaan wartawan media kita ini, Senin (28/12).

Safin menuturkan, jika Persipa yang dikomandani, akan berlaga pada kasta 3 regional Jateng. Sedang PSG yang semula berjuluk Putra Sinar Giri (Gresik), kini sudah “dibeli” (akuisisi), lalu berganti nama menjadi Putra Safin Grup. Dan akan berkompetisi di level 2 sepakbola nasional.

Pengelolaan antara Persipa di Liga 3, dan PSG di Liga 2, kata Safin, dijamin tidak ada persaingan. “Sepakbola sebagai industri, sudah berkembang pesat diluar negeri. Seperti di kota Manchester, ada City, ada United. Juga klub di Spanyol. Mereka berebut simpati dari pendukung secara sehat dan profesional. Sehingga malah menambah daya tarik kota” tegasnya.

“Menejemen PSG Pati, ditangani secara profesional Safin Pati Football Academy (SPFA), yang bermarkas di Mojoagung Trangkil” tutur Saiful Arifin.

SPFA adalah semacam laboratarium industri sepakbola yang sengaja didirikan Safin, guna membantu memajukan sepakbola tingkat nasional. Seperti membangun asrama, beberapa lapangan mini, dan lapangan utama, yang diberi nama stadion Bung Karno. Serta mendirikan sekolah (akademi) sepakbola, yang menampung pemain, mulai berumur belia sampai remaja yang datang dari pelosok nusantara.

“Safin Pati Football Academy (SPFA) punya misi mulia. Yaitu membentuk karakter anak muda dari desa, tetapi dengan target nasional dan internasional. Kita siapkan fasilitas standar internasional. Serta kita datangkan pelatih yang terkenal dan punya kualitas” ucap Safin.

Menurutnya, akuisisi terhadap PSG, salasatunya bertujuan untuk lebih menterkenalkan kota Pati ke publik sepakbola ditanah air. “Kalau PSG main, orang akan langsung tahu dikota mana base campnya. Ternyata berada di Pati” ucap pria yang suka minum air kelapa muda (degan) ini. (Cuk)

Read previous post:
Tak Punya Waktu untuk Keluarga

MELIHAT aktivitas Marni yang sangat luar biasa, Bu Baroto memang bangga. Meski belum lulus kuliah putrinya itu sudah mampu memberikan

Close