Pembinaan Atlet Disabilitas Butuh Perbaikan Sistem

Pengurus NPC Jawa Tengah bersama Bupati Juliyatmono dan Ketua KONI Karanganyar Sumarno. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Atlet penyandang disabilitas yang tergabung di National Paralympic Commitee (NPC) Kabupaten Karanganyar menanti perbaikan pada fasilitas latihan, organisasi maupun prestasi. Kontribusi pemerintah selaku penyokong NPC diharapkan lebih signifikan.

Hal itu dikemukakan Ketua NPC Karanganyar, Nano Suparno kepada KR

, Kamis (17/9). Nano yang merupakan mantan atlet bulu tangkis ini mengatakan regenerasi organiasi pada periode 2020-2025 diharapkan memunculkan anggota berpikiran kritis. NPC saat ini di bawah naungan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, dimana dana stimulan atlet terbatas kegiatan OPD tersebut. Kepengurusan NPC di periode ini tak boleh hanya berpangku tangan. Ia tak meragukan kapasitas para anggota. Hanya saja, belum semua jenis disabilitas terwakili di forum.

“Bergaining yang kita perlukan. Agar atlet difabel berprestasi memiliki sesuatu yang dijadikan andalan penghidupan. Pemerintah apakah bisa menjamin nanti ada jalur khusus bagi atlet difabel berprestasi untuk bekerja sebagai ASN atau di BUMD,” katanya, Kamis (17/9).

Adapun fasilitas olahraga bagi atlet penyandang cacat, ia belum merasakannya cukup. Sejumlah stadion milik pemerintah seakan hanya memanjakan atlet berfisik normal. Belum lama ini, Pemkab Karanganyar menyelesaikan pembangunan Stadion 45 dan Stadion RM Said.

“Atlet NPC Karanganyar jago di tenis meja dan bowling. Tapi fasilitas latihannya jauh dari sempurna. Enggak ada lapangan olahraga khusus disabilitas. Akses disabilitas ke stadion dan GOR juga minim,” lanjutnya.

Mengenai pemberlakuan Perda kemandirian difabel, ia mengapresiasi pemda yang telah menerbitkannya. Hanya saja itu masih bersifat umum alias belum spesifik ke atlet disabilitas.

Pada APG 2018 lalu, atlet NPC Karanganyar berhasil meraih dua medali emas, lima perak dan dua perunggu. Sedangkan event di tingkat provinsi Jawa Tengah pada 2019 lalu, Karanganyar rangking 4 dari 35 kabupaten/kota.

“Atlet Karanganyar bukan isapan jempol. Kami berpotensi. Ini harus lebih diperhatikan oleh stakeholder,” katanya. (Lim)

Read previous post:
Wabah Covid-19 Belum Reda, Pilkada Menjadi Ancaman Serius

PURWOREJO (MERAPI) – Pandemi covid-19 di wilayah Kabupaten Purworejo hingga kini belum mereda. Bahkan cenderung meningkat seiring dengan diberlakukannya kebijakan

Close