Insentif Atlet dan Pelatih Asal Karanganyar Dipotong Separuh

Para penerima insentif atlet dan pelatih bersama bupati Karanganyar Juliyatmono. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Insentif bagi pelatih dan atlet berprestasi asal Kabupaten Karanganyar dipotong separuh. Pemkab Karanganyar beralasan anggaran yang sebenarnya sudah disiapkan, banyak dialihkan ke refocusing Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Karanganyar Titis Sri Jawoto mengatakan insentif tersebut program pemusatan pelatihan atlet berprestasi daerah. Diawali pada Oktober-Desember 2019, program itu sedianya berlanjut setahun berikutnya. Namun ternyata diprediksi hanya tiga dua triwulan saha di 2020. Itupun besarannya berkurang separuh untuk Oktober-Desember 2020.

“Di periode Januari-Maret , insentif diberikan sekarang. Itu lebih tepatnya bantuan uang transport dari rumah ke tempat latihan. Pelatih berhak Rp 25 ribu tiap kegiatan melatih. Sedangkan atletnya Rp 15 ribu,” kata Titis di pendopo rumah dinas bupati, Kamis (9/7).

Besaran insentif itu sama saat pertama kali program itu dilaksanakan pada Oktober-Desember 2019.

“Ada rasionalisasi. Anggaran itu hanya diberikan ke atlet berprestasi saja. Bahkan 80 persen yang dapat insentif ini terjaring saat Popda. Kami mendorong mereka tetap bersemangat mempertahankan kualitasnya dengan berlatih meski di masa pandemi Covid-19. Intinya pemusatan prestasi daerah,” katanya.

Tak semua cabang olahraga mendapat hak istimewa itu bagi atlet-atletnya. Pemkab hanya merestuinya diberikan ke atlet dan pelatih sepak takraw, bola voli, panahan, senam, gulat dan taekwondo.

Sementara itu para penerima dana insentif mengambilnya sendiri sekaligus mendengarkan pembekalan dari Bupati Karanganyar Juliyatmono. Orang nomor satu di Pemkab Karanganyar ini meminta atlet dan pelatih tak patah arang. Pandemi Covid-19 perlu disikapi secara cerdas.

“Teruslah berlatih karena Covid-19 tidak mematikan dan latihan akan meningkatkan pertahanan diri terhadap penyakit. Olahraga itu menyehatkan,” jelasnya.

Terkait keterbatasan anggaran, ia berusaha memperjuangkan penyesuaiannya di APBD perubahan bermodal pengembalian dana refocusing ke OPD dan Silpa APBD 2019.

Sementara itu pelatih Ardadedali Archery Club Karanganyar, Hermawan mengapresiasi Pemkab Karanganyar atas insentif yang diterimanya. Insentif itu selain untuk pribadi atlet dan pelatih juga ada kewajiban kontribusi ke klub.

“Kita tahu peralatan panahan tidak ada yang murah. Kontribusi ke klub itu wajar,” katanya.

Selama masa pandemi, ia mengatur jadwal latihan dan menata lapangan demi pembatasan sosial dan fisik. (Lim)

Read previous post:
KPU BANTUL: Coklit Data Pemilih dari Rumah ke Rumah dengan Penerapan Protokol Kesehatan

BANTUL (MERAPI) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul menyatakan, bahwa proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih dalam Pemilihan

Close