PSS Kaji Plus Minus Liga Tanpa Penonton

SLEMAN (MERAPI) – PT LIB mengklaim telah mendapat lampu hijau Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk kembali melanjutkan kompetisi. Saat ini pihak PT LIB bahkan tengah membuat panduan <I>the new normal<P> seperti yang pernah disarankan manajemen PSS Sleman saat rapat virtual. Andai kompetisi berlanjut dalam situasi yang belum aman seperti sekarang, pertandingan akan digelar tanpa penonton.

Ada kelebihan dan kekurangan jika kompetisi dilanjutkan. Kelebihannya, roda perekonomian bisa tetap berjalan. Sponsor masih bisa mempromosikan produk lewat iklan di dalam stadion, jersey klub, dan televisi jika ditayangkan. Selain itu para pemain juga akan menerima gaji normal kembali. Kapten PSS, Bagus Nirwanto, tidak keberatan jika kompetisi kembali dilanjutkan tanpa penonton dengan catatan sudah ada protokol kesehatan ketat dari PT LIB.

“Kalau nantinya liga bergulir lagi mungkin itu jadi keputusan yang baik. Saya siap, begitu juga dengan pemain lain. Tapi tetap harus mengacu ke aturan ketat dan mengacu protokol kesehatan. Tidak bisa dipungkiri kalau suporter itu jadi energi buat kami, tapi ya mau tidak mau kan harus siap,” katanya.

Namun jika liga berlanjut tanpa penonton, klub bakal merasakan banyak dampak negatifnya. Klub tidak akan mendapat pemasukan dari tiket penonton, di sisi lain biaya operasional bakal membengkak apalagi saat bertandang ke kandang lawan. Saat ini PSS terbilang aman dengan sponsor yang tetap setia. PSS juga masih memberikan hak pemain dengan besaran sesuai saran PSSI. Namun kondisi saat ini akan berbeda ketika tim dikumpulkan kembali untuk latihan lalu bertanding. Manajemen sendiri masih percaya bahwa apa yang diputuskan PT LIB dan PSSI adalah yang terbaik.

“Kami akan mengikuti saran dari PSSI. Yang perlu diperhatikan adalah protokol kesehatan dan keamanannya andai dilanjutkan, harus benar-benar detail,” kata Direktur Operasional PT Putra Sleman Sembada, Hempri Suyatna.

Saran dari manajemen yang disampaikan Direktur Utama Marco Pulo Garcia dalam rapat virtual saat ini tengah diseriusi pihak PT LIB dan PSSI. Tim medis PSSI yang dipimpin dokter timnas Syarief Alwi sudah membuat rancangannya. Mulai sebelum, saat, hingga usai pertandingan. Langkah pertama yang akan dilakukan andai kompetisi bergulir lagi adalah melakukan rapid test covid-19 massal. Tidak hanya kepada pemain, tetapi juga perangkat pertandingan dan pihak-pihak yang terlibat.

Kedua, melakukan pembersihan tempat latihan dan stadion serta menambah fasilitas. Sebelum pemain memulai latihan, alat-alat yang akan digunakan akan disemprot disinfektan lebih dulu. Di ruang ganti pemain ada air untuk cuci tangan, sabun, dan hand sanitizer. Tiap stadion juga harus punya ruang ganti yang cukup besar. Lalu barang-barang seperti handuk, botol minum, dan lain-lain harus sekali pakai.

Transportasi yang mengantar tim ke stadion juga akan diperhatikan. Satu tim idealnya punya dua sampai tiga bus sewa untuk mengantar pemain hingga jaga jarak masih bisa dilakukan. Selain panduan kesehatan, PSSI juga tengah memikirkan perubahan format kompetisi. Syarief mengusulkan peserta Liga 1 dibagi tiga grup, yakni timur, barat, dan tengah. Selain itu, tim peserta harus menginap dalam satu hotel. (Des)

Read previous post:
Terapkan Protokol Kesehatan, PPDB Online SMP Dimulai 2 Juni

SUKOHARJO (MERAPI) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo resmi membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP secara online pada

Close