Eduardo Perez Moran Gantikan Seto

SLEMAN (MERAPI)- Manajemen PSS Sleman gagal mengikat kontrak Seto Nurdiyantoro sebagai pelatih musim depan. Namun mereka bergerak cepat dengan mendatangkan Eduardo Perez Moran mengarsiteki Bagus Nirwanto dan kawan-kawan musim depan.
Moran sendiri merupakan eks asisten Luis Milla ketika melatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Sementara musim lalu ia tergabung dalam tim pelatih Persija Jakarta. Pelatih yang turut direkomendadikan eks kiper Real Madrid dan Valencia, Jose Manuel Othocorena itu langsung dikenalkan manajemen Rabu (15/1) kemarin di sebuah hotel bilangan Jalan Magelang.

CEO PT Putra Sleman Sembada (PSS) Fatih Chabanto membeberkan cerita perekrutan Moran ke PSS. Manajemen belum bisa memenuhi permintaan Seto terkait nilai kontrak. Enggan menaruh harapan, manajemen gerak cepat memindai CV para pelatih yang mengajukan diri lalu menemukan nama Moran. “Melihat kondisi PSS saat ini, ya kita tahu lah PSS tidak sebesar klub lainnya. Prosesnya sangat cepat sekali. Kami periksa lagi berkas-berkas, telepon Moran lalu dia langsung setuju,” beber Fatih Chabanto.
Moran membenarkan Fatih. Tawaran manajemen Laskar Sembada susah ditolaknya. Ia ingin tantangan menjadi pelatih kepala setelah sebelumnya kenyang pengalaman menjadi pelatih kiper. Moran akan bekerjasama dengan tim pelatih musim lalu seperti Danilo Fernando (Asisten Pelatih), Suwandi bersama Listiyanto Raharjo di pelatih kiper. “Ini tawaran yang sangat menggiurkan dan tidak bisa saya tolak. Sangat menantang juga. Kami akan bekerja keras untuk PSS musim ini,” tambah Fatih.

Bersama Moran, manajemen menargetkan PSS bisa finish lima besar musim depan, naik tiga strip dari peringkat musim lalu. Pelatih yang sempat menjadi asisten Xavi Hernandez di Al Sadd itu punya target sama. Sebagai klub besar, baginya PSS punya segala sumber daya untuk memenuhi target itu. Apalagi salah satu kekuatan Laskar Sembada ada di suporter yang kerap memenuhi stadion saat kandang maupun tandang. “Saya punya pengalaman bertanding di Maguwo saat PSS masih di Liga 2, atmosfernya sangat gila. Klub ini punya semuanya untuk berada di papan atas liga,” sambung Moran.
Selain suporter, PSS punya para pemain bagus yang sudah memastikan bertahan. Ada Ega Rizky, Bagus Nirwanto, dan Irkham Zahrul Milla contohnya. Fatih memastikan akan menambah tiga sampai empat pemain baru sebelum Moran menggelar latihan perdana 21 Januari nanti. Dalam beberapa hari ke depan manajemen akan menyelesaikan negosiasi dengan I Gede Sukadana, Arthur Kurniawan, dan Fitra Ridwan. Ketiganya akan segera datang ke Sleman dan rencananya bergabung di latihan. “Untuk I Gede Sukadana mungkin besok (hari ini) nego selesai. Lalu ada tambahan pemain lokal Sleman dan saat ini masih nego dengan pemain asing paspor Asia,” tambah Fatih.

Kekuatan pemain ini akan menentukan taktik apa yang akan dipakai Moran dalam menangani PSS. Ditanya taktik apa yang akan ia pakai selama melatih PSS, pelatih berkepala plontos itu enggan memberitahukannya. Namun ia memastikan tidak akan mengadopsi gaya taktikal Luis Mila saat di PSS. “Saya punya gaya sendiri. Saya bersyukur punya banyak guru, termasuk Luis Milla dan Jose,” tegas Moran.
Sepanjang karir kepelatihannya, Eduardo lebih banyak menghabiskan sebagai pelatih kiper. Beberapa di antaranya pernah menjadi asisten pelatih di Persija Jakarta (2019); pelatih kiper Tim Nasional Indonesia (2018); pelatih kiper APOEL Nicosia FC (2016/2017); hingga pelatih kiper Girona FC (2014/2016). (Des)

Read previous post:
Kuota Terisi, Petani di Cimahi Bisa Gunakan Kartu Tani

CIMAHI (HARIAN MERAPI)- Petani di Kota Cimahi, Jawa Barat terus didorong memanfaatkan kartu tani untuk membeli pupuk bersubsdi. Untuk tahun

Close