Seto Nurdiyantoro: Bola di Tangan Manajemen PSS

SLEMAN (MERAPI) – Manajemen PSS Sleman dituntut berpikir lalu mengambil keputusan cepat usai pertemuan dengan Seto Nurdiyantoro. Jika memenuhi keinginan Seto yang sukses membawa PSS naik kasta lalu menjadi klub yang diperhitungkan di Liga 1, tim bakal cepat terbentuk karena pelatih berlisensi AFC Pro itu sudah punya bayangan pemain mana saja yang bisa dibidik.


Namun, jika menolak keinginan Seto seperti adanya lapangan latihan yang memenuhi syarat sekaligus kelayakan mess, mereka akan kembali membuang waktu. Sementara itu, kick off musim 2020 digelar Maret mendatang.
“Hanya ada satu setengah bulan lagi. Sebelum itu ada Piala Presiden, ya sekarang terserah manajemen. Bolanya di mereka. Saya sudah menjelaskan semuanya saat pertemuan kemarin,” kata Seto kepada Merapi.


Permintaan Seto pada manajemen agar klub memiliki mess dan lapangan latihan yang layak tidak berlebihan. Pasalnya tugasnya dua kali lipat lebih berat dibanding musim lalu andai menerima pinangan manajemen. Sebagian besar pemain musim lalu sudah bersama Seto sejak berkiprah di Liga 2.
Namun musim ini mereka mulai berlabuh di klub baru. Rangga Muslim ke Bhayangkara FC, Kusheyda Hari Yudo dan Dave Mustaine ke Arema, Ikhwan Ciptady dikabarkan berangkat ke Tira Persikabo. Brian Fereirra, Samuel Christianson, dan Sidik Saimima ke Madura United, Sidik Saimima ke Bali United, dan Ricky Kambuaya ke Persebaya Surabaya.


Praktis Seto membutuhkan lapangan yang baik agar pemain anyar PSS nanti bisa cepat beradaptasi dengan taktiknya. Jika menggunakan lapangan di sejumlah padukuhan seperti musim lalu, Seto takut tidak akan maksimal karena PSS musim ini akan membangun tim dari nol. Adapun musim lalu PSS kerap berlatih di lapangan yang berbeda. Kadang di Lapangan Ploso Kuning, Jogja International School (JIS), Stadion Tridadi, UNY, dan di Berbah. Meski belum sepakat kembali menangani PSS, perhatian Seto masih cukup besar bagi tim yang berkandang di Stadion Maguwoharjo itu. Saat bertemu dengan manajemen ada 12 pemain anyar yang ia rekomendasikan namun manajemen tidak bisa menjanjikan apa-apa.


Seto pun memprediksi musim ini pertarungan bakal jauh lebih berat dari tahun lalu karena setiap tim di Liga 1 sudah mulai membangun tim dan tidak lagi menganggap remeh Laskar Sembada. Selain itu banyak klub yang berani melakukan transfer gila-gilaan demi memperkuat tim. Sementara PSS sendiri baru mendaratkan Samsul Arif, bek kiri asal Persela Lamongan. Satu setengah bulan ke depan manajemen harus mencari pemain bagus dan satu gelandang berpaspor Asia. “Setiap klub sudah mempersiapkan diri. Tahun kemarin PSS jadi kuda hitam, sama sekali tidak diprediksi bisa sampai ke papan tengah,” sambung pelatih asal Kalasan itu. (Des)

Read previous post:
Cegah Kanker dengan Olahan Jengkol

PEMANFAATAN bahan berkhasiat dari tumbuhan maupun satwa sudah banyak yang menerapkan serta cocok untuk membantu serta melawan gangguan kesehatan. Sebagian

Close