Resmi Latih PSIM, Aji Santoso Siap Penuhi Target

YOGYA (MERAPI) – Setelah sempat terlihat duduk bersama dengan jajaran manajemen PSIM Yogya pada laga melawan PSBS Biak pada Minggu (14/7) lalu, Aji Santoso akhirnya diperkenalkan secara resmi sebagai pelatih baru PSIM menggantikan Vladimir Vujovic yang mengundurkan diri. 

Pengumuman Aji sebagai pelatih skuad Laskar Mataram dilakukan di Wisma Ir Soeratin Sosrosoegono, Baciro, Yogya, Senin (15/7). Dalam kesempatan tersebut, CEO PSIM, Bambang Susanto juga memperkenalkan manajer baru yakni David MP Huturuk yang menggantikan posisi Effendi Syahputra yang turut mengundurkan diri seiring keputusan Vlado mundur.

“Saat nonton PSIM lawan PSBS kemarin sore itu saya memang belum mengatakan Coach Aji sebagai pelatih PSIM karena belum ada tanda tangan kontrak. Nah, setelah tadi pagi (kemarin,red) sudah tanda tangan kontrak, ini baru kami umumkan secara resmi. Kami juga memperkenalkan Pak David sebagai manajer menggantikan Pak Effendi,” terang Bambang.

Dengan perkenalan dua sosok penting di dalam tim PSIM, Bambang berharap timnya bisa meraih prestasi membanggakan dengan promosi ke kompetisi kasta tertinggi musim depan. 

“Seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya. Mencari pelatih harus yang punya chemistry, sehingga ada kecocokan visi dan misi juga dengan tim. Kebetulan Coach Aji ini punya target ketika menangani tim, jadi kami melakukan pembicaraan serius,” imbuh Bambang.

Sementara itu, Aji Santoso sendiri mengaku memiliki dua pertimbangan kuat kenapa akhirnya menerima tawaran dari PSIM. Mantan pelatih Persela Lamongan dan tim nasional tersebut menyebutkan bahwa keseriusan manajemen dalam melakukan negosiasi dengannya, cukup serius.

“Pertama, pertimbangannya pengurus PSIM ini punya keseriusan ketika melakukan pembicaraan dengan saya. Mereka punya target dan saya siap menerima tantangan itu. Pertimbangan kedua, atmosfer sepakbola di Yogyakarta ini sangat bagus. Saya ingin merasakan atmosfer itu, dengan suporter yang besar, tentu ada kekuatan dalam mendukung tim,” aku Aji.

Lebih lanjut, Aji mengatakan bahwa dirinya sebenarnya sudah mendapat tawaran dari beberapa klub. “Sebenarnya memang sudah ada tawaran dari klub untuk melatih. Namun ya karena pengurus PSIM ini menunjukkan keseriusannya, ada beberapa pertimbangan kuat yang akhirnya saya memilih PSIM,” katanya.

Menggantikan Vlado dalam melatih PSIM, Aji menjelaskan jika permainan yang ditampilkan Raymond Tauntu dan kawan-kawan saat menghadapi PSBS tidak begitu jelek. “Sebenarnya sudah cukup bagus. Apa yang diinginkan suporter dengan permainan bola-bola pendek sudah dijalankan. Tapi saya akui untuk intensitasnya belum cepat dan butuh diperbaiki lagi. Ya dengan adanya saya di sini, harapannya bisa memperbaiki itu,” jelasnya.

Bakal memimpin latihan pada hari ini, Aji mengungkapkan bahwa latihan akan terbuka bagi suporter. “Besok (hari ini,red) saya mulai latihan dan akan melihat bagaimana karakter pemain yang ada di tim. Latihan juga terbuka, boleh dilihat oleh suporter. Bagaimana pun, suporter adalah pemain ke-12 bagi tim. Suporter juga butuh dekat dengan pemain, begitu pula sebaliknya,” ungkapnya.

Terkait target tinggi dan materi pemain yang dimiliki, Aji menyebut, persaingan di Liga 2 cukup ketat. “Perolehan poin di masing-masing tim tidak jauh berbeda, selisihnya tipis. Saya lihat tim yang cukup bagus ada Persewar Waropen, Persik Kediri dan juga PSIM sendiri. Bagaimana pun, pemain harus punya kepercayaan diri bahwa tim yang ia bela merupakan tim bagus,” tuturnya.

Selain itu, Aji berharap dengan kehadiran dirinya di PSIM, bisa langsung melakukan adaptasi agar PSIM meraih hasil sesuai dengan yang diharapkan. “Saya harap bisa segera cepat adaptasi. Sebagai awal mungkin saya ingin memberikan perkenalan dulu kepada para pemain tentang filosofi sepakbola, agar pemain juga paham. Begitu cepat adaptasi, setidaknya target minimal harus masuk 8 besar dulu baru kemudian nanti menatap promosi Liga 1,” paparnya.

Disinggung mengenai keberadaan pemain bintang yang ada di PSIM, Aji tak menganggapnya sebagai hal yang spesial. “Pemain bintang, menurut saya sama dengan pemain lain, seperti di tim lain juga. Saya berharap pemain ini punya rasa memiliki di tim, entah dia bintang atau bukan. Dari situ baru kita mulai bekerja bersama. Karena semua yang ada di tim ini punya tanggung jawab masing-masing, baik pemain, pelatih hingga pengurus sekali pun. Tekanan suporter juga saya rasa wajar, di mana pun sama suporter itu menginginkan hasil terbaik bagi timnya,” bebernya. (Oro)

MERAPI-BENI WIDYASWORO

Aji Santoso (kiri) diperkenalkan sebagai pelatih oleh CEO PSIM, Bambang Susanto didampingi manajer baru, David (kanan).

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Anarkisme Suporter

MEMBAHAS suporter sepertinya tak ada habisnya. Selalu saja ada kejadian menyangkut suporter, terutama yang terkait aksi kekerasan. Seolah-olah suporter bebas

Close