Penalti Gagal, Peluang PSIM Menang Terbuang

BANTUL (MERAPI) – PSIM Yogya masih belum mampu meraih poin penuh selama putaran kedua kompetisi Liga 2 Grup Timur 2018. Setelah dua kali menelan kekalahan baik dari Blitar United maupun PS Mojokerto Putra, skuad Laskar Mataram belum mampu membukukan kemenangan setelah ditahan imbang 1-1 saat menjamu PSBS Biak di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (5/9).

Dengan hasil imbang, Hendika Arga Permana dan kawan-kawan gagal mempersembahkan kado untuk hari ulang tahun ke-89 PSIM yang bertepatan kemarin. Hasil itu tak membuat peringkat PSIM di peringkat ke-7 dengan 16 poin. Poin sama juga dikumpulkan PSBS yang menempati posisi ke-8 di bawah PSIM.
Pada laga kemarin, PSIM langsung memperagakan permainan menyerang sejak menit-menit awal. Meski demikian, para pemain PSIM terlihat kesulitan menembus rapatnya pertahanan PSBS yang dikomando Andreas Karundeng.

Terlalu asyik menyerang, pertahanan PSIM lengah. Memasuki menit 37, PSBS mampu mencuri gol terlebih dulu lewat sepakan Bayu Tri Sanjaya. Memanfaatkan umpan tendangan bebas, Bayu mampu menyambar bola setelah lepas dari kawaan pemain PSIM.
Tertinggal satu gol membuat PSIM terus menggempur pertahanan PSBS. Akan tetapi, upaya PSIM untuk merangsek masuk ke jantung pertahanan PSBS masih belum membuahkan hasil. Berulangkali serangan yang dibangun PSIM mampu dihalau oleh lini belakang PSBS. Hingga paruh pertama berakhir, keunggulan tim tamu tak berubah.

Memasuki babak kedua, PSIM kembali mendominasi permainan. Serangan masih terus dilancarkan PSIM untuk mencetak gol. Pada menit 55, Ismail Haris membuat kedudukan sama kuat 1-1. Berawal dari penetrasi Hendri Satriadi yang langsung berhadapan dengan kiper, bola dicop yang kemudian disundul oleh Ismail.
Dua menit berselang, PSIM memiliki peluang emas untuk memimpin. Penalti didapat PSIM setelah salah satu pemain PSBS menyentuh bola dengan tangan. Namun eksekusi penalti yang dilakukan Hendika Arga Permana membentur tiang sebelah kiri kiper dan bola muntah gagal direspon dengan baik oleh Yoga Pratama sehingga peluang untuk unggul terbuang.

PSIM terus berusaha menekan. Sejumlah pergantian pemain dilakukan seperti memasukkan Arif Yulianto, Wawan Samma hingga Hasan Basri. Jelang laga berakhir, Hasan sempat memiliki peluang yang tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper PSBS, Yusak Samuel Redjauw. Namun, Yusak melakukan pelanggaran keras ketika keluar dari kotak penalti. Kartu merah langsung dikeluarkan Tommi Manggopa. Skor imbang 1-1 pun tak berubah hingga pertandingan berakhir.

Seusai pertandingan, Pelatih PSIM, Bona Simanjuntak mengatakan bahwa timnya memang kesulitan mengembangkan permainan di babak pertama. “Terlebih ketika lawan sudah mencetak gol terlebih dahulu. Anak-anak semakin terburu-buru dalam melancarkan serangan,” katanya.
Ditambahkan, Bona, hasil itu tentu membuat posisi timnya tidak aman. “Persaingan dengan tim-tim di bawah kami semakin terbuka. Tentu ini membuat kami dalam kondisi kurang baik. Ke depan kami harus memperbaiki permainan kami,” imbuhnya.
Terkait tanpa kehadiran suporter, Bona menyebut jika hal tersebut memang cukup berpengaruh. “Ya ini terbukti bahwa suporter punya peranan penting dalam memberi motivasi bagi kami. Pemain juga berbeda mainnya kalau tidak ada suporter. Apapun itu, harus tetap dilalui untuk diperbaiki lagi ke depan,” tuturnya.

Sedangkan perwakilan pemain, Edo Pratama menyampaikan permohonan maafnya kepada para suporter karena belum mampu mempersembahkan kemenangan. “Kami selaku pemain mohon maaf belum bisa memberikan kemenangan di ulang tahun PSIM. Ke depan kami harus bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Pelatih PSBS, Slamet Riyadi mengungkapkan, timnya memilih bermain efisien. “Dengan pemain terbatas, kami harus realistis. Kami lebih banyak menumpuk pemain di tengah. Pemain memang saya instruksikan bermain bertahan dan menunggu waktu yang tepat untuk menyerang,” ungkapnya.
Dengan raihan satu poin di kandang PSIM, diakui Slamet jika hal tersebut menjadi sebuah hal yang patut disyukuri. “Ya bersyukur bisa dapat poin di sini. Para pemain berjuang dengan baik sehingga mampu meraih poin,” akunya.

Pemain PSIM, Yoga Pratama tengah dikepung dua pemain PSBS.

(Oro)

Read previous post:
KELABUI 15 KORBAN, PELAKU RAUP RP 300 JUTA-Calon Jemaah Umrah Lapor Polisi

YOGYA (MERAPI) - Diduga menipu calon jamaah umrah, pimpinan sebuah biro umrah cabang Yogya, Ny La warga Mlati, Sleman, dilaporkan

Close