Jamu Madura FC, PSS Batal Main Malam

SLEMAN (MERAPI) – Laga PSS Sleman melawan Madura FC pada Rabu (2/5) mendatang, batal digelar malam hari. Laga kandang kedua Laskar Sembada di Grup Timur Liga 2 ini kembali harus digelar sore hari mulai pukul 15.30 WIB karena adanya perjanjian PT Liga Indonesia Baru dengan stasiun televisi yang menyiarkan secara langsung pertandingan.

Ketua Panpel PSS, Jaguar Tominangi,membenarkan adanya perubahan jadwal ini. “Iya benar pertandingan ganti jadwal jadi sore hari karena adanya siaran langsung dari televisi. Awalnya jadwal main malam jam tujuh kita,” katanya Minggu (29/4) petang.

Adanya perubahan jadwal ini membuat PSS gagal menggelar pertandingan malam hari yang dari segi bisnis sangat menguntungkan. Saat menggelar malam hari, seperti momen peluncuran tim sekaligus pertandingan uji coba terakhir melawan PSIR Rembang, sebanyak 23.600 penonton menyaksikan pertandingan dengan hasil penjualan tiket sebesar Rp 720 juta.

Sementara itu saat bertanding sore hari, saat menjamu PS Mojokerto di laga pembuka Grup Timur penonton yang hadir dan <I>ticket revenue<P> mengalami penurunan, sebanyak 22 ribu penonton dengan pendapatan sebesar Rp 595 juta. “Yang namanya Panpel harus selalu siap menggelar pertandingan. Kalau sudah ada keputusan ya kami harus menyiapkan sebaik-baiknya,” sambung pria yang akrab disapa Janggo itu.

Meski main sore, penonton yang bakal memenuhi stadion diprediksi tidak akan berkurang, pun ketika pertandingan disiarkan secara langsung. PSS kini punya banyak senjata mendatangkan penonton ke stadion. Selain dipermudah dalam hal pembelian tiket dengan <I>online<P>, sejumlah nama besar di tubuh PSS seperti Christian Gonzales dan Samsul Chaeruddin adalah magnet penonton mendukung langsung tim kebanggan Sleman itu main di kandang sendiri. Apalagi keduanya juga sudah fit dan siap membela PSS menghadapi Madura FC.

Selain dua faktor itu, hal yang mampu menarik puluhan ribu suporter ke stadion adalahnya atraktifnya permainan Laskar Sembada di lapangan. Saat melawan PS Mojokerto di laga perdana, para pemain memang menunjukkan permainan atraktif terutama di area sayap. Rangga Muslim, Thaufan Hidayat, dan Yericho Christiantoko beberapa kali melewati para pemain bertahan PS Mojokerto yang mengundang decak kagum.

“Meski sudah atraktif tapi masih ada sejumlah kelemahan, yaitu konsistensi. Kami sedang memperbaiki kekurangan itu agar saat lawan Madura nanti para pemain benar-benar bisa mempertahankan tempo selama 90 menit dan terus menekan,” beber Pelatih Kepala PSS, Herry Kiswanto. (Des)

Read previous post:
BHINNEKA LIFE SIMFONI UNTUK NEGERI: Komitmen Wujudkan Masyarakat Indonesia Sejahtera

DEPOK (MERAPI) - Guna menumbuhkan kesadaran yang lebih besar mengenai perencanaan keuangan, Bhinneka Life, salah satu perusahaan asuransi nasional terbesar

Close