Tak Memenuhi Harapan, David Fristian Dicoret

SLEMAN (MERAPI) – Tim pelatih dan manajemen PSS Sleman sepakat mencoret pemain David Fristian yang selama satu pekan trial bersama Arie Sandy dkk. Gelandang yang bisa beroperasi di lini sayap asal Persegres Gresik itu dianggap tidak masuk kriteria pemain yang dibutuhkan Laskar Sembada untuk berebut tangga ke Liga 1.

Manajer PSS, Sismantoro tidak membeberkan secara rinci alasan dipulangkannya pemain yang akrab dengan nomor 7 itu. “Tidak direkomendasi sama pelatih. Jadi harus dipulangkan. Sesuai kesepakatan awal kan hanya trial dan yang bisa memutuskan cocok atau tidaknya dengan tim dan apakah sesuai kebutuhan atau tidak, kan pelatih. Kalau tidak cocok ya dicoret,” katanya, Senin (19/3) kemarin.

Dicoretnya David membuat PSS saat ini berisikan 24 pemain. Rencananya masih ada satu pemain terakhir yang datang melengkapi slot tersisa. Manajemen masih terus melakukan pendekatan terhadap pemain yang dibutuhkan tim. Setelah deal dan 25 pemain didapat, manajemen akan segera mendaftarkannya ke PT LIB. “Rencana ada 25 pemain dan paling tidak butuh satu pemain lagi. Sekarang kami masih terus menjaring nama-nama pemain potensial yang bisa gabung,” sambungnya.

Di sisi lain, tim pelatih Laskar Sembada tampaknya sudah mulai tersenyum. Pelatih Kepala PSS, Herry Kiswanto, puas dengan suntikkan amunisi baru seperti Samsul Chaeruddin, Rifai Lastori, dan Yericho. Lastori dan Yericho sendiri saat berhadapan dengan Semeru FC, bermain selama 90 menit dan memberi kontribusi positif. Sementara Samsul terbukti berperan menaikkan mental dan ketenangan pemain setelah dimasukkan di awal babak kedua ketika PSS tertinggal 1-2.
Masuknya eks pemain PSM Makassar ini menurut Herkis memberikan banyak perubahan sampai PSS mampu menang 3-2 atas tuan rumah.
“Pemain jadi lebih berani mainnya. Lini tengah juga mulai teratur. Mereka memberi energi positif pada tim. Tapi memang masih ada evaluasi lagi soal kerapatan lini belakang. Evaluasinya nanti langsung di lapangan, simulasi pertahanan. Tapi kemenangan kemarin hasil baik buat tim,” kata Herkis.

Pada Senin (19/3) kemarin penggawa PSS baru sampai di Sleman. Setelah diistirahatkan satu hari penuh, rencananya pelatih langsung menggeber latihan termasuk melakukan simulasi pertahanan. Usai evaluasi, tim pelatih baru akan mengagendakan laga uji coba tandang berikutnya seperti yang direncanakan.

Namun manajemen juga mendapat banyak tawaran uji coba tandang lainnya dari klub Liga 1. Salah satunya PSM Makassar yang sempat mewacanakan PSS bertandang ke Stadion Mattoangin Andi Matalatta. Manajemen sendiri belum bisa memberi jawaban terkait ajakan PSM itu lantaran tim pelatih menginginkan PSS bertanding dengan klub satu level. “Rencana dua sampai tiga kali uji coba, Semeru FC kemarin sudah termasuk di dalamnya. Ada tawaran dari tim-tim di Jawa Barat (Jabar) untuk Trofeo tapi masih kami pelajari kembali,” beber Asisten Manajer PSS Dewanto.(Des)

Read previous post:
TAK INGIN DILEPAS KE KLUB LAIN – Johan dan Slamet Masih Milik Persiba

BANTUL (MERAPI) - Status dua pemain yang kini melekat sebagai ikon sepakbola di Bantul, Johan Manaji dan Slamet Widodo, hingga

Close