Desa Sidomoyo Siap Bangun Sarana Olahraga Terpadu

Denah sarana olahraga terpadu yang akan dibangun di Desa Sidomoyo.
Denah sarana olahraga terpadu yang akan dibangun di Desa Sidomoyo.

GODEAN (MERAPI) – Berbagai strategi dilakukan oleh pemerintah desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus Pendapatan Asli Desa (PADes). Memanfaatkan sumber dana dari pemerintah, segala potensi sumberdaya alam maupun sumberdaya manusia digali lebih maksimal agar visi dan misinya terwujud.

Begitu pula Desa Sidomoyo, Godean, kini tengah mengembangkan berbagai potensi alam yang
dimiliki untuk meningkatkan PADes yang selama ini masih belum memuaskan. Pemasukan dari sewa tanah kas desa dan kios belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Sehingga dibutuhkan terobosan baru melalui sektor lainnnya.

Kepala Desa Sidomoyo Haryadi kepada Merapi di kantornya belum lama ini menjelaskan, berbagai
strategi telah dirancang untuk mendongkrak pemasukan bagi desa. Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), berbagai kegiatan telah disusun dalam rangka memajukan Desa Sidomoyo.
Baik pembangunan embung desa, pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pembangunan sarana dan prasarana olahraga maupun program peningkatan ekonomi masyarakat.

Berdasarkan RPJMDes tersebut, kini Desa Sidomoyo sedang berusaha mewujudkan salah satu
program yakni membangun berbagai sarana olahraga. Memanfaatkan tanah kas desa seluas sekitar 2 hektar, di lokasi tersebut terdapat Gedung Olahraga (GOR), lapangan sepak bola dan kolam renang standar anak-anak dan dewasa.

Pembangunan sarana olahraga ini mengacu pada program pemerintah melalui Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang memberikan empat skala prioritas program unggulan agar desa lebih mandiri.

Keempat program tersebut meliputi pembangunan sarana olahraga desa, pembuatan embung desa,
pembentukan atau pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades).

“Melalui berbagai pertimbangan dan menyesuaikan dengan RPJMDes, akhirnya kami sepakat
membangun sarana olah raga terpadu. Diantaranya GOR, lapangan sepakbola serta kolam renang. Karena sudah tertuang dalam Rencana Kerja Pembangunan (RKP) 2017,” ungkap Haryadi.

Sarana olahraga terpadu berada pada sisi utara dan timur balai desa ini diperkirakan menelan biaya
lebih dari Rp 2 miliar. Melihat anggaran yang dibutuhkan cukup besar, pemerintah desa akan membangun secara bertahap melalui anggaran Dana Desa, Dana Keistimewaan, bantuan pemerintah maupun pihak swasta. Direncanakan, bangunan tersebut akan selesai 4-5 tahun mendatang tergantung anggaran.

“Kalau pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat mendukung program kami, tentu lebih cepat
terwujud,” kata Haryadi didampingi Kasi Kesejahteraan Wisnu Hardono dan Kaur Umum Dwi Atmaji.

Pada tahap awal, lanjutnya, sarana olahraga diawali dengan membangun GOR seluas 88 meter persegi dengan biaya 1,2 miliar. Tahun 2017, anggaran yang tersedia Rp 200 juta berasal dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Sleman. Sedangkan tahun 2018 memanfaatkan anggaran Dana Desa senilai Rp 300 juta.

“Kita memprioritaskan pembangunan GOR dulu. Gedung dengan konsep serba guna ini nantinya
dapat digunakan untuk bulu tangkis, futsal, volley, basket dan tempat pertemuan seperti rapat maupun hajatan pernikahan. Hasil uang sewa akan digunakan untuk melengkapi sarana penunjang baik tempat parkir yang representatif serta sayap gedung,” imbuhnya.

Dwi Atmaji menambahkan, sarana olah raga terpadu nantinya akan dikelola menjadi salah satu
BUMDes Desa Sidomoyo kerjasama dengan masyarakat terutama karang taruna desa Maya Wiratama.
Tetapi pihaknya tidak menutup bagi investor yang ingin menanamkan modal demi kelancaran
pembangunan. Syaratnya, investasi dibatasi maksimal 40 persen dari total biaya.

“Tujuan kami adalah meningkatkan PADes. Jadi pemerintah desa akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan tanpa bergantung pada investor,” tegasnya.

Menurut Wisnu Hardono, Pemerintah Desa Sidomoyo dalam RPJMDes yang disusun tahun 2014
telah mempunyai berbagai program pembangunan. Ternyata, program tersebut kini hamper sama dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kemendes PDTT. Seperti pembangunan telaga atau embung desa kemungkinan besar akan segera terwujud pada tahun 2018 atau 2019. Pasalnya embung desa tersebut kini telah masuk perencanaan dan akan dibangun oleh Pemerintah DIY.  (Awn)

Read previous post:
3 Kali Beraksi Di Bantul, Kakak Ajak Adik Nyuri Sapi
3 Kali Beraksi Di Bantul, Kakak Ajak Adik Nyuri Sapi

BANTUL (MERAPI) - Tim Buser Polres Bantul membongkar sindikat pencurian sapi asal Temanggung. Dalam kasus itu petugas sudah menetapkan kakak

Close