DISKUSI BMTM PSIM MENUJU LEBIH BAIK – Legalitas Klub Jadi Perhatian Serius

Ketum PSIM, Agung Damar Kusumandaru (kiri), Ahmad Syauqi Suratno (dua dari kiri), Iput Yulianto (dua dari kanan) saat diskusi suporter PSIM
Ketum PSIM, Agung Damar Kusumandaru (kiri), Ahmad Syauqi Suratno (dua dari kiri), Iput Yulianto (dua dari kanan) saat diskusi suporter PSIM

YOGYA (MERAPI) – Masalah internal yang terjadi di dalam PSIM Yogya pada musim 2017, menjadi perhatian sejumlah kalangan. Salah satu komunitas yang peduli dengan tim berjuluk Laskar Mataram, Brayat Mataram Tresno Marang (BMTM) PSIM, melakukan diskusi di Pendapa Kecamatan Kotagede, Yogya, Sabtu (16/12).

Pada diskusi terbuka tersebut, salah satu pembahasan yang cukup menyita perhatian adalah soal legalitas klub yang berkompetisi di Liga 2 Indonesia ini. PSIM yang bertahan di Liga 2, tidak menutup kemungkinan bakal mencanangkan target untuk menembus kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia, Liga 1. Untuk itu, legalitas klub yang berawal dari perserikatan ini, perlu dibahas lebih lanjut dengan melibatkan pembina ataupun stakeholder.

“Sebagai klub profesional, baik itu nanti bermain di Liga 1 ataupun Liga 2, sudah seharusnya membuat badan hukum seperti PT (perseroan terbatas). Di dalam PT nantinya bisa melibatkan stakeholder untuk pembagian saham dan pengelolaan sebagai perusahaan yang menaungi PSIM. Tidak mudah memang, karena PSIM ini berawal dari klub perserikatan dan kini sepakbola sudah menjadi industri,” terang narasumber diskusi, Ahmad Syauqi Suratno. Jika saat ini banyak kritikan terhadap PSIM yang masih belum memiliki legalitas yang jelas, hal tersebut cukup dimaklumi oleh Syauqi yang merupakan mantan manajer PSIM dan CEO BLAI.

“Mengelola klub sepakbola profesional itu butuh banyak pengorbanan. Tidak sedikit yang dikorbankan, bukan soal materi saja tapi juga pikiran, tenaga dan waktu. Saya tahu persis bagaimana kesulitan manajemen dalam mengelola tim,” bebernya. Disebutkan Syauqi, sebagai klub profesional, terdapat beberapa aspek yang bisa menjadi sumber pemasukan PSIM dalam mengarungi Liga 2.

“Pemasukan bisa berasal dari penjualan tiket pertandingan kandang, hak siar televisi, penjualan jersey tim, kerja sama sponsor, baik yang tertempel di jersey maupun T-board di lapangan,” tuturnya. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PSIM, Agung Damar Kusumandaru. Melalui diskusi tersebut, Ketua BMTM PSIM, Iput Yulianto berharap, ada perbaikan ke arah positif yang dialami PSIM pada musim mendatang.

“Kami di sini bukan untuk membentuk kelompok suporter baru. Justru di sini kami mengumpulkan pihak-pihak yang masih peduli dengan PSIM untuk berdiskusi. Jika beberapa hari terakhir banyak yang mengkritik di media sosial, kami coba untuk mencari solusi lewat diskusi. Dari diskusi ini, semoga bisa menemukan jalan keluar PSIM menuju yang lebih baik,” kata Iput. (Oro)

Read previous post:
Kevin-Marcus Pecahkan Rekor
JUARA BWF SUPER SERIES FINALS 2017 – Kevin/Marcus Pecahkan Rekor

DUBAI (MERAPI) - Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon memecahkan rekor sebagai pebulutangkis yang meraih tujuh gelar super

Close