Gelar Kejuaraan dan Seminar ESTA Undang Peserta dari 7 Negara

Sejumlah peserta memperagakan gerakan pada seminar di UAJY
Sejumlah peserta memperagakan gerakan pada seminar di UAJY

SLEMAN (MERAPI) – Eagle Spirirt Taekwondo Academy (ESTA) melakukan terobosan demi mengembangkan olahraga dan seni beladiri taekwondo dengan mengundang peserta dari luar negeri pada kejuaraan taekwondo bertajuk 6th ESTA International Invitation Taekwondo Tournament 2017.  Tercatat terdapat 243 peserta yang turut ambil bagian dalam kejuaraan yang berlangsung di Gedung Multipurpose Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Minggu (19/11).

“Total terdapat 8 negara yang mengikuti kejuaraan ini, termasuk tuan rumah Indonesia. Untuk negara luar yang kami undang meliputi Korea Selatan, Malaysia, Timor Leste, China, Brunei Darussalam, Irlandia, hingga dari Uni Emirat Arab,” ungkap Ketua Panitia, Yopie Wirawan saat ditemui di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Sleman, Sabtu (18/11). Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum ESTA, KPH Indrokusumo menyampaikan, terdapat 25 tim baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang mengikuti kejuaraan tersebut.

“Di sini peserta bukan mewakili negara tapi mewakili klub masing-masing. Untuk dari Indonesia sendiri, ada sekitar 160-170 atlet yang ikut. Jadi dari luar negeri ada sekitar 50-60 atlet,” tuturnya. Selain itu, V Yoyok Suryadi selaku founder ESTA menambahkan, untuk kategori yang dipertandingkan ada tiga, yakni poomsae maupun kyorugi dari kelas kadet mulai di bawah 12 tahun, pra-junior (12-14 tahun), junior (14-17 tahun) hingga senior (17 tahun ke atas).

“Sedangkan kategori kelasnya ada tiga, poomsae (jurus), kyorugi (pertarungan) dan yang terbaru adalah hosinsul atau bela diri praktis,” imbuhnya. Sementara itu, dalam rangka memberikan pengetahuan dan peningkatan kemampuan para atlet, ESTA bekerjasama dengan UAJY menggelar seminar dengan mendatangkan Grand Master asal Korea, Shin Byoung Houn.

“Di dalam taekwondo ini kan tidak semata hanya olahraga. Taekwondo kan ada seni beladiri yang tidak boleh dilepaskan. Makanya kami sengaja mendatangkan grand master dari Korea untuk menularkan ilmu dan pengetahuannya. Di sini kami belajar, mulai dari teknik, filosofi gerakan hingga menghargai orang lain,” kata Wakil Rektor III UAJY, R Sigit Widiarto. (Oro)

Read previous post:
Suporter membentangkan spanduk sebagai ungkapan kekecewaannya terhadap manajemen PSIM
Suporter Tunggu Penyelesaian Manajemen PSIM Biaya Operasi Tito Belum Dibantu

YOGYA (MERAPI) - Meski telah membayarkan seluruh gaji para pemain melalui pendapatan laga persahabatan lawan PPSM Magelang, Jumat (17/11) lalu,

Close