Terakumulasi 14 Kasus, Tambah Dua Pasien Positif Corona Meninggal

MERAPI-DOKUMENTASI Salam satu karya Agoes Jumianto di kontes kartun mengalahkan virus Corona.

SUKOHARJO (MERAPI) – Jumlah kasus akumulasi meninggal dunia akibat positif virus corona bertambah dari sebelumnya 12 sekarang menjadi 14 kasus. Tambahan dua kasus meninggal dunia tersebut merupakan warga Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura. Satu diantaranya merupakan remaja yang jadi kasus pertama di Sukoharjo seorang berusia 17 tahun meninggal dunia akibat positif virus corona.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Selasa (18/8), mengatakan, ada tambahan dua kasus meninggal dunia akibat positif virus corona. Akumulasi sebelumnya hanya 12 kasus sekarang menjadi 14 kasus. Semua kasus meninggal dunia tersebut sudah selesai dilakukan pemakaman sesuai protokol kesehatan penanganan virus corona.

Tambahan dua kasus meninggal dunia positif virus corona merupakan warga Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura semuanya berjenis kelamin laki-laki. Satu orang diantaranya merupakan remaja berusia 17 tahun dan satu lagi merupakan lanjut usia atau lansia.

Satu kasus meninggal dunia positif virus corona seorang remaja berusia 17 tahun merupakan kasus pertama. Sebab dari akumulasi 14 kasus meninggal dunia positif virus corona mayoritas merupakan orang dewasa dan lansia.

“Ada tambahan dua kasus meninggal dunia positif virus corona semua merupakan warga Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura. Jadi total akumulasi meninggal dunia sekarang 14 kasus,” ujarnya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo diketahui dua kasus meninggal dunia positif virus corona tidak dalam waktu bersamaan. Selain itu juga bukan berasal dari satu klaster sama. Sebab waktu meninggal berbeda yakni pada 13 Agustus dan 15 Agustus.

Persamaan kedua kasus meninggal dunia akibat positif virus corona yakni sama-sama memiliki riwayat penyakit penyerta. Kondisi tersebut membuat fisik pasien terus melemah dan memperlambat proses penyembuhan hingga akhirnya meninggal dunia.

“Hasil tes swab menunjukan keduanya positif virus corona setelah dinyatakan meninggal dunia,” lanjutnya.

Yunia menjelaskan, untuk kasus positif virus corona yang dialami oleh remaja berusia 17 tahun asal Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura disertai penyakit penyerta gangguan ginjal sejak masih duduk di sekolah dasar (SD). Penanganan terhadap pasien tersebut telah dilakukan oleh petugas medis di rumah sakit rujukan kasus virus corona di Kota Solo.

Pasien meninggal dunia setelah sekitar satu minggu menjalani perawatan di rumah sakit. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sekarang masih melakukan pelacakan sumber penularan virus corona baik terhadap remaja usia 17 tahun maupun lansia semuanya asal Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura.

Pelacakan juga dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo terhadap kontak erat kedua kasus positif virus corona tersebut. Petugas nantinya akan melakukan tes swab ada tidaknya penularan virus corona terhadap kontak erat.

“Untuk kasus positif virus corona pada lansia berusia sekitar 52 tahun memiliki penyakit penyerta gagal ginjal. Pasien sudah rutin cuci darah dan tertular virus corona,” lanjutnya.

Data terakhir dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo diketahui total akumulasi kasus positif virus corona sebanyak 364 kasus. Rinciannya, 66 kasus isolasi mandiri, 24 kasus rawat inap, 260 kasus sembuh dan selesai isolasi mandiri dan 14 meninggal dunia.

Dari data tersebut terlihat ada peningkatan kasus baik secara akumulasi, penambahan kasus positif virus corona dan meninggal. Peningkatan juga terjadi pada kasus sembuh dan selesai isolasi mandiri. (Mam)

Read previous post:
SISA-SISA LASKAR DIPONEGORO (4-HABIS) – Melestarikan Tradisi dengan Kirab Budaya

Mbah Longko mengajari rekan-rekannya itu mula-mula dengan tanaman perkebunan. Tanah yang sudah dicangkul dibuat guludan-guludan, disiram dengan air lalu ditanami

Close