Pendaki Lawu Dibatasi Maksimal 700 Orang

Pendaki Lawu turun ke posko Cemoro Kandang, Tawangmangu. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Jumlah pendaki yang naik ke puncak Lawu via Cemoro Kandang, Tawangmangu dan Candi Cetho, Jenawi dibatasi mulai Jumat (14/8). Demi kepentingan protokol kesehatan, tiap pos pendakian hanya diperkenankan dimasuki 350 pendaki.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Titis Sri Jawoto mengatakan aturan itu didasari Perbup No 52 tahun 2020 tentang pedoman tatanan normal baru pandemi Covid-19serta SE bupati no 440/2.921.5 tentang protokol kesehatan. Berdasarkan panduan itu, di jalur pendakian tidak boleh diramaikan lebih dari 700 orang per hari.

“Karena Karanganyar memiliki dua pintu masuk jalur pendakian. Yakni di Candi Ceto dan Cemoro Kandang. Maka masing-masing hanya maksimal memasukkan 350 pendaki saja,” kata Titis di ruang kerjanya, Kamis (13/8).

Aturan ini mulai berlaku Jumat (14/8). Diharapkan, para calon pendaki memperhatikan seksama aturan tersebut sebelum memutuskan naik Lawu. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, jumlah pendaki dalam rangka memperingati HUT kemerdekaan mencapai ribuan orang.

“Total hanya diperbolehkan 700 pendaki saja yang boleh naik. Termasuk pada tanggal 16 Agustus nanti. Saya harapkan pengelola jalur di Cemoro Sewu, Magetan juga menyesuaikan aturan pembatasan ini,” kata Titis.

Aturan ini baru pertama kali diberlakukan, seiring pencegahan Covid-19. Diharapkan, calon pendaki sudah mempersiapkan diri sebelum kuota habis. Mereka biasanya mulai naik pada tanggal 16 atau sehari sebelum acara puncak detik-detik proklamasi.

“Akan dipantau dari penjualan tiket retribusi masuk mulai tanggal 16 Agustus pagi. Jika di Cetho sudah habis 350 lembar, langsung stop. Begitu pula di Cemoro Kandang,” katanya.

Ia berharap mereka yang menikmati aktivitas ekstrem itu menerapkan protokol kesehatan. Seperti mengenakan masker, menjaga jarak dan menyiapkan hand sanitizer. Sedangkan warga yang terhalang naik Lawu karena kuota sudah penuh, dipersilakan menunggu pendaki turun untuk mengisi gilirannya.

“Mau sabar menunggu, silakan. Bisa sambil bermalam di Cetho,” katanya.

Berdasarkan panduan pendakian, pihaknya menyarankan pendaki berusia cukup matang. Tidak diperkenankan anak-anak melakukan aktivitas ekstrem itu di puncak Lawu.

Ia berharap pendaki tidak nekat naik dari jalur tikus, gegara tak terangkut di kuota pendakian malam tujuhbelasan. Selain melanggar komitmen, ulah tersebut bakal merugikan. Sebab, rawan diserang binatang buas dan menyesatkan. Titis mengatakan para sukarelawan siap bekerja ekstra menjaga kondusivitas di jalur pendakian di malam tujuhbelasan. (Lim)

Read previous post:
Kibarkan Merah Putih, Polres Sukoharjo Gelar Upacara Bendera di Gunung Sepikul

SUKOHARJO (MERAPI) - Polres Sukoharjo gelar upacara pengibaran bendera merah putih di puncak Gunung Sepikul, Kecamatan Bulu. Kegiatan digelar dalam

Close