Terakumulasi 318 Kasus di Sukoharjo, Tambahan Positif Corona Didominasi Tanpa Gejala

MERAPI-DOKUMENTASI Salam satu karya Agoes Jumianto di kontes kartun mengalahkan virus Corona.

SUKOHARJO (MERAPI) – Penambahan kasus positif virus corona di Sukoharjo terakhir didominasi dari pasien tanpa gejala. Perkembangan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo diketahui terakumulasi sebanyak 318 kasus positif virus corona tersebar di 12 kecamatan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, Selasa (11/8) mengatakan, seperti terlihat data dalam penambahan kasus positif virus corona terhitung sejak 3-9 Agustus. Pada periode tersebut diketahui ada penambahan sebanyak 29 kasus positif virus corona. Dari data tesebut diketahui 19 kasus positif virus corona tanpa gejala dan 10 kasus dengan gejala.

Temuan kasus positif virus corona tanpa gejala langsung ditindaklanjuti Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo dengan cepat. Petugas menemukan kasus tersebut disejumlah wilayah.

“Sudah ada beberapa temuan kasus positif virus corona tanpa gejala. Terakhir kami temukan pada 3-9 Agustus sebanyak 19 kasus,” ujarnya.

Yunia menjelaskan, kasus positif virus corona di Sukoharjo dengan gejala ditemukan sebanyak 117 kasus. Jumlah kasus aktif sebanyak 24 kasus. Rinciannya, 23 kasus rawat inap, 1 kasus isolasi mandiri dan 11 kasus meninggal dunia. Selain itu ada 82 kasus sembuh.

Data lain diketahui untuk kasus positif virus corona Sukoharjo tanpa gejala 200 kasus. Rinciannya, 41 kasus aktif melakukan isolasi mandiri. Sedangkan 159 kasus sudah selesai melakukan isolasi mandiri.

“Ada temuan penambahan klaster baru yakni klaster tukang cukur karena menulari dua anggota keluarga. Kasus sudah tertangani semua,” lanjutnya.

Yunia menambahkan, data terakhir terakumulasi sebanyak 318 kasus positif virus corona. Rinciannya, 39 kasus isolasi mandiri, 22 kasus rawat inap, 246 kasus sembuh dan selesai isolasi mandiri dan 11 meninggal.

Sebaran kasus positif virus corona tersebut di Kecamatan Grogol 57 kasus, Kecamatan Kartasura 55 kasus, Kecamatan Sukoharjo 43 kasus, Kecamatan Mojolaban 39 kasus, Kecamatan Bulu 22 kasus, Kecamatan Tawangsari 20 kasus, Kecamatan Bendosari 18 kasus, Kecamatan Baki 18 kasus, Kecamatan Gatak 14 kasus, Kecamatan Nguter 14 kasus, Kecamatan Polokarto 10 kasus, Kecamatan Weru 8 kasus.(Mam)

Read previous post:
LEGENDA RUAS SUNGAI SEMPOR SLEMAN (1) – Melihat Wujud Kekuningan di Gunung Kekep

Ada banyak tempat atau lokasi di wilayah Sleman yang memiliki kandungan cerita berbalut mistis, legenda, mitos, folklore, dan sebagainya. Beberapa

Close