Kasus Meninggal Bertambah, Akumulasi Positif Virus Corona Sukoharjo Melonjak

SUKOHARJO (MERAPI) – Kasus meninggal positif virus corona di Sukoharjo tambah satu pasien seorang warga Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura berusia sekitar 50 tahun. Sedangkan total keseluruhan ada 11 kasus meninggal hingga saat ini. Penambahan juga terjadi secara keseluruhan terhadap kasus positif virus corona terakumulasi 296 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Kamis (6/8) mengatakan, perkembangan data terakhir kasus penyebaran virus corona di Sukoharjo diketahui ada penambahan satu kasus meninggal positif virus corona. Tambahan satu kasus meninggal merupakan seorang perempuan berusia sekitar 50 tahun warga Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura. Pasien yang meninggal dunia akibat positif virus corona tersebut sudah dimakamkan sesuai protokol kesehatan.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mengetahui kasus meninggal setelah ada laporan dari petugas yang menangani kasus. Temuan diketahui setelah warga asal Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura datang ke pusat pelayanan kesehatan mengeluhkan sakit dengan gejala sesak nafas, batuk dan demam. Selanjutnya pasien dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Ir Soekarno, Sukoharjo.

Saat dalam penanganan medis tersebut pasien kemudian meninggal. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan diketahui bahwa pasien tersebut positif virus corona.

“Satu tambahan itu membuat total keseluruhan atau data terakumulasi sampai sekarang menjadi 11 kasus positif virus coron yang meninggal dunia di Sukoharjo. Sebelumnya hanya ada 10 kasus meninggal,” ujarnya.

Data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo diketahui penambahan juga terjadi pada akumulasi kasus positif virus corona di Sukoharjo menjadi 296 kasus. Jumlah tersebut mengalami lonjakan signifikan dibandingkan sebelumnya.

Rincian 296 kasus tersebut, sebanyak 44 kasus isolasi mandiri, 26 kasus rawat inap, 215 kasus sembuh dan selesai isolasi mandiri dan 11 meninggal. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sendiri masih terus berusaha keras melakukan penanganan terhadap pasien kasus isolasi mandiri dan rawat inap.

“Penanganan masih kami lakukan dan mudah mudahan segera sembuh baik terhadap kasus pasien rawat inap dan isolasi mandiri,” lanjutnya.

Yunia menjelaskan dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo juga diketahui untuk kontak erat total 1.448 kasus. Rinciannya, 38 kasus baru, 592 kasus isolasi mandiri, 1.410 kasus lama dan 856 kasus selesai pemantauan.

“Total suspek ada 811 kasus, rinciannya, 53 kasus isolasi mandiri, 39 kasus rawat inap, 705 kasus selesai pemantauan, 14 kasus meninggal dan 155 kasus swab negatif,” lanjutnya.

Di Sukoharjo sendiri diketahui ada 15 klaster penularan virus corona. Sebaran pasien ditemukan merata di 12 kecamatan. Rinciannya, Data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo diketahui klaster tersebut yakni, klaster finance, klaster Bogor, klaster Gowa, klaster rumah sakit swasta di Semarang, klaster tenaga kesehatan rumah sakit, klaster pelaku perjalanan Solo, klaster tenaga kesehatan rumah sakit Pemkot Solo, klaster Puskesmas Solo, klaster keluarga dengan riwayat perjalanan pemudik Surabaya, klaster aparat keamanan, klaster tenaga kesehatan Pemkab Sukoharjo, klaster tenaga kesehatan rumah sakit di Sukoharjo, klaster kontak erat konfirmasi Surabaya, klaster rumah sakit swasta Solo, klaster tenaga kesehatan Rumah Sakit Wonogiri.

Kasus positif virus corona tersebut sepenuhnya telah ditangani Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo. Pasien sudah dirawat di rumah sakit maupun melakukan isolasi mandiri di Rumah Sehat Covid-19 di Mandan, Sukoharjo ataupun di rumah pribadi. (Mam)

Read previous post:
Tersiram “Jarang Panas” Tengkuk Melepuh

MALAM itu Suyud dan Tamsir, pria setengah baya yang mempunyai hobi sama, berboncengan sepedamotor menuju dusun Pareharjo, 20 kilometer jauhnya

Close