Sempat Anjlok, Harga Daging Ayam Terus Naik

ilustrasi
ilustrasi

SUKOHARJO (MERAPI) – Harga daging ayam mengalami kenaikan Rp 38 ribu per kilogram setelah sebelumnya sempat anjlok hanya Rp 26 ribu per kilogram. Kenaikan harga masih akan terus terjadi usai Lebaran karena tingginya permintaan masyarakat. Kondisi tersebut membuat pedagang lega dan berharap perdagangan daging ayam kembali normal meski sekarang masih pandemi virus corona.

Pedagang daging ayam di Pasar Kartasura Suryani, Senin (1/6) mengatakan, harga daging ayam sebelum dan awal puasa Ramadan sempat anjol pada kisaran Rp 26 ribu per kilogram. Kondisi tersebut sangat berbeda dibandingkan pada musim puasa Ramadan tahun 2019 lalu satu kilogram daging ayam dihargai lebih dari Rp 35 ribu. Anjloknya harga daging ayam sekarang disebabkan karena penurunan permintaan masyarakat ditengah pandemi virus corona.

Harga daging ayam yang murah berdampak pada keluhan pedagang karena berpengaruh pada penurunan pendapatan. Suryani juga mengatakan kondisi sama dirasakan peternak ayam karena sepi permintaan masyarakat membuat usaha ternak menjadi rugi.

Harga daging ayam mulai merangkak naik saat masuk pekan kedua puasa Ramadan dari sebelumnya Rp 26 ribu per kilogram menjadi Rp 32 ribu per kilogram. Harga terus naik hingga sekarang menjadi Rp 38 ribu per kilogram karena tingginya permintaan masyarakat.

“Harga daging ayam sudah tinggi karena permintaan masyarakat banyak setelah sebelumnya sempat anjok akibat sepi pembeli dampak pandemi virus corona,” ujarnya.

Suryani mengatakan, tingginya permintaan masyarakat terhadap daging ayam dirasakan tiga hari menjelang dan tujuh hari sesudah Lebaran. Satu pembeli bahkan bisa membeli daging ayam lebih dari dua kilogram.

“Permintaan saat tujuh hari sesudah Lebaran masih tinggi. Sebab masyarakat masih merayakan Lebaran Ketupat,” lanjutnya.

Pedagang daging ayam di Pasar Pabelan, Kartasura Tarno mengatakan, stok daging ayam masih melimpah dan tidak ada kekhawatiran kelangkaan barang. Sebab kiriman dari peternak atau pengepul juga lancar. Kenaikan harga daging ayam sekarang terjadi karena tingginya permintaan masyarakat untuk merayakan Lebaran.

“Sekarang daging ayam Rp 38 ribu per kilogram. Bisa saja nanti terus naik karena permintaan masyarakat tinggi merayakan Lebaran. Masyarakat sudah memiliki uang memenuhi kebutuhan hidup setelah menerima bantuan pemerintah sehingga daya beli terpenuhi,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo mengatakan, komoditas daging ayam dan telur ayam mengalami kenaikan setelah Lebaran karena tingginya permintaan masyarakat. Kedua jenis barang kebutuhan pokok pangan tersebut dibeli baik pembeli perorangan maupun rombongan untuk kegiatan sosial berupa pemberian bantuan di masyarakat.

“Harga daging ayam dan telur ayam yang sebelumnya anjlok karena sepi pembeli sekarang naik. Dampaknya dirasakan pedagang dan peternak ayam di Sukoharjo mulai bangkit kembali,” ujarnya.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo memastikan stok daging ayam dan telur ayam masih melimpah. Kalaupun ada kenaikan harga terus terjadi nanti ditegaskan Sutarmo disebabkan bukan karena kelangkaan barang melainkan tingginya permintaan masyarakat. (Mam)

Read previous post:
REKOMENDASI DINKES BANTUL: Batasi Peserta dalam Kampanye Pilkada 2020

BANTUL (MERAPI) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul merekomendasikan ada pembatasan jumlah peserta kegiatan dalam kampanye Pemilihan Bupati dan Wakil

Close