Terapkan Protokol Kesehatan, PPDB Online SMP Dimulai 2 Juni

SUKOHARJO (MERAPI) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo resmi membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP secara online pada 2 Juni. Proses dilakukan dengan mengedepankan protokol kesehatan ditengah pandemi virus corona. Sekolah sudah melakukan persiapan dan diharapkan para orang tua murid mematuhi aturan yang diberlakukan menyesuaikan kondisi sekarang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Darno, Minggu (31/5) mengatakan, kondisi ditengah pandemi virus corona membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo membuat kebijakan pelaksanaan PPDB SMP menyesuaikan dengan situasi. Penekannannya adalah PPDB tetap berjalan online seperti biasa namun mengedepankan protokol kesehatan. Hal ini dilakukan dengan mencegah kerumunan massa agar tidak terjadi penularan virus corona di sekolah.

Pada pelaksanaan tahun ini PPBD SMP tetap digelar secara online seperti sebelumnya. Sekolah sudah mendapatkan sosialisasi dan diminta melakukan persiapan baik sisi teknis peralatan berupa komputer dan server internet, juga kesiapan petugas pelaksana.

PPDB online SMP ini digelar dua tahap, masing-masing tahap 1 untuk jalur lingkungan RW dan tahap 2 jalur zonasi, afirmasi, prestasi, dan perpindahan tugas orang tua. Pengambilan nomor urut dimulai 2 Juni hingga 9 Juni mendatang.

Tahap 1 pelaksanaan PPDB online SMP untuk lingkungan RW sudah selesai dilakukan pendataan secara manual pada 4-6 Mei. Pihak sekolah juga telah melaksanakan pengumuman pada 8 Mei lalu. Hasilnya calon siswa baru di lingkungan sekolah atau masih dalam satu RW langsung diterima.

Sistem tersebut diterapkan sebagai prioritas warga setempat di lingkungan sekolah. Setelah diterima dalam pendataan manual selanjutnya calon siswa baru wajib mengikuti tahap berikutnya berupa pengambilan nomor urut dan pendaftaran online.

Tahapan tersebut harus dilakukan sebagai syarat resmi diterima sekolah sebagai calon siswa baru. Apabila tidak maka mereka akan kehilangan hak meski sebelumnya sudah didata secara manual.

“Pelaksanaan PPDB SMP tahun ini tetap sama seperti tahun lalu menggunakan sistem online. Tapi pada tahun ini lebih ketat dan harus menerapkan protokol kesehatan menyesuaikan kondisi sekarang ditengah pandemi virus corona,” ujarnya.

Darno menambahkan, yang perlu disikapi bersama adalah PPDB digelar ditengah pandemi virus corona sehingga protokol kesehatan harus dijalankan. Pasalnya, tidak semua tahapan bisa dilakukan secara online. Menurutnya, untuk pengambilan nomor urut bisa dilakukan secara kolektif dari asal SD masing-masing calon siswa baru SMP. Artinya SD asal siswa sekolah bisa memfasilitasi pengambilan nomor urut dan sudah ada kerjasama antara jenjang SD dengan SMP.

“Untuk pendaftaran online tahap 1 lingkungan RW dimulai 10-12 Juni. Pada tanggal ini sekaligus dilakukan verifikasi piagam,” lanjutnya.

Tahapan selanjutnya pada 13 Juni pengumuman dan daftar ulang PPDB tahap 1 dan penyerahan verifikasi piagam. Untuk PPDB tahap 2 dilakukan pada 15-19 Juni dan validasi data 20 Juni. Untuk pengumuman dan daftar ulang PPDB tahap 2 dilakukan pada 22-25 Juni.

Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru rencananya dimulai pada 13 Juli. Namun, karena ada pandemi virus corona dan ada perpanjangan kegiatan belajar mengajar (KBM) di rumah dan perpanjangan status kejadian luar biasa (KLB) virus corona di Sukoharjo hingga 31 Juli, maka hari pertama masuk sekolah menunggu kebijakan lebih lanjut.

“Kosentrasi saat ini menyelesaikan tahun ajaran sekolah sekarang. Selanjutnya pelaksanaan PPDB dan persiapan tahun ajaran baru. Itu semua disesuaikan dengan kondisi pandemi virus corona. Kami masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari Pemkab Sukoharjo,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
Haru Bertemu Anak Kandung

GUNA menelusuri keberadaan putrinya, maka langkah pertama yang ditempuh Berjo adalah ke rumah mantan mertuanya. Pikirnya, sudah pasti Pak Marta

Close