Pemetaan Penyebaran Virus, Rapid Test Massal Corona Resmi Digelar

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas dan Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa saat melihat rapid test di Pasar Nguter. (Footo: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mulai melakukan rapid test massal ditiga pasar tradisional dan dua pusat perbelanjaan modern, Kamis (28/5). Kegiatan serupa juga akan dilakukan disatu pasar tradisional dan tiga pusat perbelanjaan modern pada Sabtu (30/5).

Pada kesempatan tersebut ditarget ada 500 orang ikut dalam pemeriksaan. Hasilnya akan dijadikan pemetaan bagi petugas dalam penanganan penyebaran virus corona. Sebab total secara keseluruhan rencananya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo akan melaksanakan rapid test dengan sasaran 5.000 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Kamis (28/5) mengatakan, rapid test dilaksanakan dengan mengambil tempat sasaran pertama ditiga pasar tradisional yakni Pasar Jamu Nguter, Pasang Bekonang, Mojolaban dan Pasar Kartasura. Selain itu kegiatan juga dilakukan didua pusat perbelanjaan modern Mitra Swalayan Sukoharjo dan Jumbo Swalayan, Telukan, Grogol. Pada kesempatan tersebut satu tempat disasar masing masing sebanyak 50 orang mengikuti rapid test.

Rapid test juga akan dilaksanakan pada Sabtu (30/5) di Pasar Tawangsari. Sedangkan di pusat perbelanjaan modern di Goro Assalam, Kartasura, Hartono Mall, Solo Baru Grogol dan Luwes Gentan, Baki.

“Rapid test massal digelar dengan saran pasar tradisional dan pusat perbelanjaan modern. Sasaranya baik pedagang, karyawan dan pengunjung,” ujarnya.

Pada rapid test tersebut Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo melakukan pemeriksaan sekaligus pemetaan terhadap warga disejumlah wilayah dengan sasaran pasar tradisional dan pusat perbelanjaan modern. Pemetaan dilakukan mengingat kondisi di Sukoharjo sekarang terus terjadi penambahan jumlah kasus positif virus corona.

“Tahap satu rapid test massal diharapkan ada 500 orang ikut. Sedangkan secara keseluruhan total rapid test digelar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sebanyak 5.000 orang,” lanjutnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo mengatakan, rapid test digelar di empat pasar tradisional yakni Pasar Nguter, Pasar Bekonang, Mojolaban, Pasar Kartasura dan Pasar Tawangsari. Sedangkan dipusat perbelanjaan modern di Mitra Swalayan Sukoharjo, Jumbo Swalayan, Telukan, Grogol, Goro Assalam, Kartasura, Hartono Mall, Solo Baru Grogol dan Luwes Gentan, Baki.

Rapid test di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan modern dengan sasaran pedagang, karyawan dan pengunjung. Petugas melakukan pemeriksaan secara ketat mulai dari identitas, suhu tubuh dan sampel darah.

“Kondisi di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan modern setelah Lebaran masih ramai dan terjadi kerumunan massa. Jadi rapid test ini digelar sebagai bagian dari kontrol dan pencegahan penyebaran virus corona,” ujarnya.

Sutarmo melihat pelaksanaan rapid test di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan modern mendapat dukungan dari pedagang, karyawan dan pengunjung. Sebab animo mereka sangat besar untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, melihat secara langsung pelaksanaan rapid test di Pasar Nguter dan Mitra Swalayan Sukoharjo. Pada kesempatan tersebut juga dipakai sebagai bagian dari sosiali new normal pada masyarakat.

“Protokol kesehatan masih tetap wajib dijalankan masyarakat sebagai pencegahan penyebaran virus corona. Kondisi pasar tradisioal dan pusat perbelanjaan modern harus tetap menerapkan jaga jarak, memakai masker dan lainnya,” ujarnya.

Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa mengatakan, rapid test dilakukan untuk melihat penyebaran virus corona di Sukoharjo. Sasaran kegiatan dilakukan di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan modern. (Mam)

Read previous post:
Tambah 2, Positif Corona di DIY Jadi 230 Kasus

Close