Angin Kencang dan Tanah Longsor Landa Dua Kecamatan

Ilustrasi

SUKOHARJO (MERAPI) – Hujan deras disertai angin kencang terjadi di wilayah Kecamatan Tawangsari dan Bulu menyebabkan pohon tumbang dan atap sejumlah rumah warga rusak. Bahkan satu rumah warga di Desa Malangan, Kecamatan Bulu ambruk. Akibat cuaca ekstrim tersebut juga menyebabkan tanah longsor pada sebuah tebing di Dukuh Tileng, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu dan mengakibatkan akses jalan menjadi terganggu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, Rabu (23/1) mengatakan, cuaca yang sebelumnya panas terik mendadak berubah menjadi mendung gelap dan turun hujan deras disertai angin kencang terjadi di wilayah Kecamatan Tawangsari dan Kecamatan Bulu pada Rabu (23/1) sore. Pusaran angin menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan melintang jalan sehingga menyebabkan akses warga menjadi terganggu.

Beberapa pohon tumbang juga sempat mengenai kabel namun tidak sampai menimbulkan kerusakan parah. Dalam kejadian tersebut petugas tidak menemukan pohon tumbang menimpa rumah warga atau bangunan lainnya.

Angin kencang juga menyebabkan atap rumah warga mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan mulai ringan dan sedang. Genteng rumah warga berterbangan tersapu pusaran angin. Bahkan akibat angin kencang sebuah ruma di Desa Malangan, Kecamatan Bulu ambruk. Rumah tersebur terbuat dari kayu dan bambu diperkirakan sudah lapuk dan tidak kuat menahan kencangnya angin.

BPBD Sukoharjo dan petugas terkait lainnya langsung terjun ke lokasi kejadian untuk melakukan proses pembersihan dan evakuasi. Beberapa pohon yang tumbang langsung dibersihkan menggunakan peralatan yang sudah disiapkan petugas. Hal itu dilakukan untuk mempercepat pembukaan kembali akses jalan.

Gotong royong juga langsung dilakukan petugas gabungan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan pada bagian atap. Gerak cepat dilakukan mengingat warga membutuhkan tempat perlindungan dan tinggal mengingat hujan tidak kunjung reda.

Akibat hujan deras dan angin kencang juga menyebabkan tanah longsor di Dukuh Tileng, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu sampai menyebabkan akses jalan menjadi terganggu. Longsoran terjadi pada sebuah tebing dengan panjang sekitar 20 meter dan tinggi tiga meter.

Petugas dari tim gabungan juga langsung bergerak melakukan kerja bakti membersihkan tumpukan tanah longsor yang menutup jalan. Hal itu dimaksudkan untuk membuka kembali akses jalan warga.

“Bencana alam angin kencang dan tanah longsor di Kecamatan Tawangsari dan Kecamatan Bulu sudah ditangani petugas gabungan. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut dan akses jalan yang sempat terganggu sudah kembali dibuka,” ujarnya.

Meski sudah tertangani namun BPBD Sukoharjo meminta kepada warga khususnya di Kecamatan Tawangsari dan Kecamatan Bulu untuk tetap waspada. Sebab masih ada kerawanan terjadinya bencana alam susulan khususnya tanah longsor di Tileng, Sanggang, Bulu. Kondisi tebing masih labil dan dikhawatirkan terjadi longsor susulan.

“Kondisi sekarang di kedua kecamatan masih turun hujan deras. Khusus di Kecamatan Bulu kami minta warga tetap waspada karena wilayah disana berbukit dan rawan longsor,” lanjutnya.

BPBD Sukoharjo menemukan beberapa rumah warga posisinya cukup rawan karena berada di atas maupun di bawah tebing atau bukit. Hal itu sangat berbahaya apabila terjadi tanah longsor mengingat kondisi sekarang sering turun hujan deras. (Mam)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
BANJIR GENANGI PERMUKIMAN – Objek Wisata Pantai Sundak Terbelah Dua

TEPUS (MERAPI) – Banjir di kawasan Pantai Sundak Kecamatan Tepus, Gunungkidul berdampak cukup parah. Area pantai yang biasa jadi tempat

Close