Jalur Evakuasi Rusak, Warga Glagaharjo Minta Perbaikan

MERAPI-MUHAMMAD RIDWAN
Jalur evakuasi di Desa Glagaharjo

CANGKRINGAN (MERAPI) – Jalur evakuasi di desa Glagaharjo, kecamatan Cangkringan, Sleman mengalami kerusakan sepanjang dua kilometer. Jalan yang bernama Bronggang Klangon tersebut membutuh perbaikan untuk memudahkan masyarakat di kaki Gunung Merapi untuk proses evakuasi.

Dukuh Kalitengah Lor, Suwondo menuturkan bahwa jalur tersebut juga sebagai akses alternatif warga untuk menuju Balaidesa Glagaharjo. Lantaran akses jalur rusak parah, kebanyakan warga memilih Jalan Kikis yang berbatasan langsung antara Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

“Karena jalur tersebut sering dilewati truk. Imbasnya jalanan rusak dan warga jarang melintas di sana. Jika untuk kebutuhan evakuasi, kami harap jalur tersebut diperbaiki,” kata Suwondo ditemui saat kunjungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Balaidesa Glagaharjo, Kamis (9/7).

Kondisi Jalur Kikis sendiri yang berbatasan antara DIY-Jateng untungnya masih baik. Meskipun begitu kondisinya juga memprihatinkan karena luas jalan yang terlalu sempit dan curam.
“Tapi jika harus mengakses jalan perbatasan itu saat ada evakuasi, kami yakin itu berbahaya. Luas jalannya kecil,” jelasnya.

Sementara Dukuh Srunen, Sukatmin menjelaskan bahwa masih ada sekitar lima dusun yang tinggal di wilayah Galagaharjo dan butuh akses jalan bagus ketika evakuasi dilakukan oleh pemerintah setempat. Dengan adanya perbaikan jalan, tentunya akan semakin memudahkan saat proses evakuasi.
“Ada dusun Glagahmalang, Singlar, Srunen, Kalitengah Kidul dan Lor yang dekat dengan jalur rusak itu. Bila diperbaiki, kami rasa evakuasi akan lebih mudah. Jadi tidak hanya satu jalur (Jalan Kikis) saja, ada jalan lain untuk memudahkan evakuasi jika benar-benar Merapi aktif,” terangnya.

Pihak desa, dilanjutkan Sukatmin sudah melakukan pembenahan jalan sepanjang satu kilometer. Perbaikan jalan pun menggunakan dana dari swadaya desa.
“Pengajuan perbaikan sudah kami kirimkan ke Pemkab Sleman mulai 2018, 2019 dan terakhir 2020 ini. Tapi hal itu selalu mundur, bahkan muncul wabah Covid-19, perbaikannya tidak bisa dipastikan kapan,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBB Sleman, Makwan tak menampik memang ada beberapa jalur yang rusak imbas dari keberadaan truk pengangkut pasir. Namun begitu, pihaknya akan memberhentikan penambangan jika memang aktivitas Gunung Merapi meningkat.
“Tentunya nanti melihat aktivitas dari Gunung Merapi. Jika memang berubah status siaga, penambangan akan dihentikan. Nantinya jalur evakuasi segera diperbaiki. Minimal bisa dilintasi masyarakat dengan aman,” pungkasnya.

Pantauan di lokasi jalur evakuasi, jalan Bronggang Klangon terlihat rusak. Sejumlah pecahan batu berserakan akibat dilintasi truk-truk penambang. Jalur masih berupa jalanan berpasir. Sejumlah titik memang diperbaiki dengan menutup lubang yang lebar. Untuk kendaraan motor atau mobil pribadi cukup rawan untuk melintas di jalur tersebut. (C-8)

Read previous post:
Insentif Atlet dan Pelatih Asal Karanganyar Dipotong Separuh

KARANGANYAR (MERAPI) - Insentif bagi pelatih dan atlet berprestasi asal Kabupaten Karanganyar dipotong separuh. Pemkab Karanganyar beralasan anggaran yang sebenarnya

Close