Pilkades 30 Agustus Masih Menunggu Rekomendasi

SLEMAN (MERAPI) – Rencana Tentatif pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) pada 30 Agustus mendatang masih menunggu rekomendasi dari Kemendagri, Gubernur DIY dan Kapolda DIY.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sleman, Budiarto, menjelaskan pelaksanaan Pilkades sebelumnya dijadwalkan 29 Maret, ditunda lantaran pandemi Covid 19. Namun, pemerintah pusat yang sudah menggaungkan kenormalan baru membuat Pemda Sleman kembali meminta pengarahan untuk melaksanakan Pilkades 30 Agustus mendatang.

“Khususnya berkaitan dengan Pilkades, saat ini bapak Bupati sudah mengirimkan surat kepada Mendagri untuk mohon pengarahan terkait pelaksanaan Pilkades 30 Agustus memasuki era normal baru ini,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (6/7).

Pemda Sleman juga meminta pengarahan Pilkades kepada Gubernur DIY dan juga ke Kapolda DIY. Khusus Gubernur DIY, berkaitan dengan masa tanggap darurat yang kembali diperpanjang hingga 31 Juli mendatang.
“Kami juga mohon pengarahan kepada Kapolda DIY, terkait dengan sudah dicabutnya maklumat Kapolri (MAK/2/III/2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19),” jelasnya.

Sembari menunggu keputusan, Pemda Sleman terus melakukan pengetatan protokol kesehatan utamanya untuk menghadapi pelaksanaan Pilkades mendatang. Termasuk pengadaan alat pelindung diri (APD), face shild, sarung tangan dan rapid tes untuk petugas.
“Untuk APD ini (digunakan) kepada seluruh petugas KPPS, PPS, tim teknis lapangan maupun tim teknis utama. Dan seluruh petugas yang terlibat juga akan kita rapid tes kan,” tandasnya.

Rencana tentatif Pilkades 30 Agustus mendatang, dipilih dengan pertimbangan sudah dicabutnya status darurat nasional serta dicabutnya maklumat Kapolri. Meskipun begitu, tentu saja Pemkab Sleman masih perlu meminta pengarahan agar jalannya penanganan pandemi Covid-19 tidak terhambat.
“Kemarin itu kan Pilkadesnya tinggal hitungan hari saja. Selain itu juga untuk memberikan kepastian kepada bakal calon (kades) agar tidak bertanya-tanya,” terangnya.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Sleman, Ani Martanti membenarkan saat ini pemerintah daerah masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.
“Jika semua mengijinkan maka Pilkades di tanggal 30 Agustus. Dan kemungkinan surat balasan minggu depan,” imbuhnya.

Ani juga menambahkan, protokol kesehatan juga bakal dilakukan ketat pada waktu pelaksanaan. Termasuk disiapkannya tempat cuci tangan beserta thermo gun yang digunakan untuk mengecek suhu tubuh pemilih.
“Jika suhu diatas 38 derajat tidak diperkenankan masuk ke TPS,” tutupnya. (C-8).

Read previous post:
Limbah Domestik Penghias Sungai Code

SEBAGIAN besar sungai di Indonesia mengalami kerusakan, yakni dari 82 sungai besar di Indonesia 62 di antaranya tergolong dalam sungai

Close