BLK Sleman Produksi Masker dan APD, Disalurkan ke Dinkes Sleman dan Pekalongan

MERAPI-ANTARA
BLK Kabupaten Sleman menyalurkan APD tenaga medis yang diproduksi para siswa peserta pelatihan ke Dinkes Kabupaten Sleman dan Dinkes Pekalongan.

SLEMAN (MERAPI) – Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sleman menyalurkan Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis produksi siswa peserta pelatihan untuk memenuhi kebutuhan di Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dan Dinas Kesehatan Pekalongan, Jawa Tengah. “APD yang diproduksi peserta pelatihan di BLK Sleman, selain untuk Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman juga disalurkan untuk Dinkes Pekalongan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman Sutiasih di Sleman, Selasa (9/6).

Menurut dia, selain produksi masker, siswa peserta pelatihan juga mampu memproduksi baju APD.
“Produk tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan APD di sejumlah instansi di Sleman dan daerah lain,” katanya.
Ia mengatakan, penyaluran APD untuk Dinkes Kabupaten Sleman berupa 170 lembar APD bahan drill, sementara Dinkes Pekalongan berupa 300 lembar APD Hazmat bahan spundbond. Kemudian untuk Satpol PP dan Dinas Sosial Kabupaten Sleman masing-masing 1.000 lembar.
“Kami berharap APD produk siswa BLK ini bisa dimanfaatkan oleh masing-masing dinas. Kami sudah dua kali menyalurkan APD yang diproduksi oleh siswa BLK,” katanya dikutip Antara.

Sutiasih mengatakan, pelatihan yang diikuti siswa BLK dilakukan secara mandiri dengan panduan secara online. Bahan pelatihan diantar ke masing-masing rumah peserta dan hasil pelatihan yang diproduksi juga diambil.
“Mereka ini yang semula menganggur karena dirumahkan, kehilangan order akibat Covid-19 tapi memiliki keahlian untuk menjahit dan alumni BLK, dilibatkan dalam kegiatan ini,” katanya.

Ia mengatakan, tidak semua BLK di daerah mendapatkan bantuan dari APBN. Karena BLK Pekalongan tidak mendapatkan alokasi pelatihan dari APBN, maka Dinkes Pekalongan mengajukan permintaan ke BLK Sleman.
“Ini juga sebagai salah satu bentuk tanggungjawab yang dilakukan BLK. Pada produksi pertama peserta mampu produksi 20.400 masker dan 3.800 APD Hazmat untuk Dinkes Sleman,” katanya.

Kepala UPTD Balai Latihan Kerja, Disnaker Kabupaten Sleman Rina Pandu Pertiwi mengatakan sebagai unit kerja dari Disnaker SIeman tentunya memiliki tanggung jawab dalam upaya menangani Covid-19, dalam kapasitas sebagai lembaga pelatihan.
“Angkatan kedua ini dari 80 peserta beberapa orang lainnya termasuk dari kalangan disabilitas. Pelatihan diberikan selama 10 hari dengan menekankan physical distancing,” katanya.
Ia mengatakan pembuatan pakaian hazmat dan APD dari kain drill merupakan pengalaman pertama yang diproduksi BLK Sleman.
“APD yang berbahan kain drill bisa dipakai berkali-kali tapi produksinya cukup rumit dan biayanya mahal,” katanya. (*)

Read previous post:
Kasus Positif Covid-19 di Temanggung Tambah 34 Orang

TEMANGGUNG (MERAPI) - Kasus Positif Covid-19 bertambah sebanyak 34 orang. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari penambahan dalam 3 hari yakni

Close