Kolam Ikan Pakai Semen Punya Banyak Keunggulan

BERTANI ikan menggunakan jenis kolam semen cukup menguntungkan. Pasalnya, kolam seperti ini memiliki keunggulan antara lain proses pegambilan ikan, pengurasan ataupun pengeringan kolam lebih mudah. Potensi predator/pemangsa ikan bersarang di kolam juga lebih mudah dicegah.

Hal tersebut seperti dijelaskan Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Sumber Mina Mlati Sleman, Suprihanto kepada Merapi, belum lama ini. Wajar jika ia sendiri dan anggotanya lebih senang membuat kolam-kolam semen dengan menyewa tanah kas desa. Total jumlah kolam ada 48 dengan ukuran kolam, rata-rata tiga kali empat meter persegi. Setiap anggota mempunyai satu sampai tiga unit kolam.

“Alhamdulillah, meski sedang ada wabah virus corona, kami tetap bisa menjual ikan. Terutama bibit ikan gurami, karena sekarang ini sedang bagus musimnya untuk tebar bibit ikan. Ditambah lagi, beberapa hari lalu ada pembagian THR, jadi penerima THR ada yang membelanjakan sebagian uangnya untuk beli bibit ikan,” jelas Anto, sapaan akrab Suprihanto.

Ditambahkan, beberapa jenis ikan tak perlu dipelihara di kolam-kolam tanah, tapi bisa juga dengan membuat bak kolam dari semen dan kolam dari terpal. “Bahkan membuat kolam dari bis beton sampai membeli kolam terbuat dari gipsum juga bisa,” beber Anto.

Adapun keunggulan lain dari kolam semen, misalnya daya tahan lebih lama atau tak mudah rusak. Selain itu perawatan kolam juga lebih mudah. Bahkan biaya pembuatan kolam bisa lebih ditekan, yakni bagian dinding dalam serta dasar kolam cukup menggunakan terpal ataupun plastik UV. Artinya juga tak perlu dilapisi semen, sebab untuk melapisi semen membutuhkan biaya lebih banyak, termasuk waktu pengerjaan juga lebih lama.

“Dengan cukup dilapisi terpal atau plastik UV, kami perkirakan bisa menghemat biaya sekitar Rp 1,2 juta. Waktu itu pengerjaan kolam kami borongkan tukang-tukang yang sudah biasa membuat kolam,” papar Anto. (Yan)

Read previous post:
Seniman dan Budayawan Terdampak Corona Bakal Dibantu Program Apresiasi

Close