Harga Besi Rongsok Sedang Ambyar

SIANG itu cuaca tampak mendung, bahkan mulai hujan rintik-rintik. Tampak pemilik usaha jual-beli barang rongsok, Sri Widodo, sudah selesai memilah-milah aneka barang rongsok, misalnya ada kelompok besi, kertas kardus, koran, botol dan plastik-plastik. Ia pun siap mengantar sebagian barang rongsok ke pengepul yang lebih besar dan sudah spesialis pada sejumlah barang rongsok.

Menurutnya, sejak sekitar satu bulan lalu harga besi rongsok mengalami penurunan alias sedang ambyar. Bahkan diprediksi akan terus menurun sampai menjelang Lebaran tahun ini. Salah satu faktornya, diperkirakan ada besi-besi bekas dari negara luar masuk ke Indonesia, alias besi bekas import. Selain itu menurunnya sejumlah jenis barang rongsok, juga dipengaruhi ada kendala untuk menjemur barang-barang rongsok oleh pihak pabrik, misalnya sebelum dilebur atau didaur ulang.

“Ambyarnya harga besi rongsok, bahkan jenis tembaga dan plastik juga banyak dikeluhkan teman-teman saya pemilik usaha jual-beli rongsok yang tergabung di grup media sosial. Lain halnya kalau jenis koran maupun kardus, harga masih stabil. Seumpama turun atau naik hanya sedikit, tak drastis,” tandas Sri kepada Merapi saat ditemui di lokasi usahanya kawasan Ambarketawang Sleman, kemarin.

Ditambahkan, saat harga besi, tembaga dan plastik rongsok turun, pendapatannya perbulan turun sekitar 30 persen. Meski demikian, ia berusaha tetap semangat menggeluti usahanya. Ia sendiri sudah sekitar 10 tahun menerjuni usaha tersebut. Sehari-hari banyak dibantu istrinya, namun ketika ada banyak barang rongsok perlu dipilah-pilah biasa dibantu dua tenaga lepas (pocokan). Sebagai tambahan penghasilan, ia pun memelihara sejumlah ocehan dan menangkarkan ocehan jenis lovebird.

Ditemui terpisah, Rahmat Dwi Hermawan bersama bapaknya juga menerjuni jual-beli barang rongsok di kawasan Jalan Kabupaten Sleman. Pihaknya sudah mempunyai mitra yang biasa menyetori aneka barang rongsok, seperti jenis besi, kertas, botol, plastik, kardus dan koran. Meski sedang ada penurunan harga sejumlah jenis barang rongsok, namun tak mengurangi semangatnya dalam menjalankan usahanya tersebut.

“Usaha seperti ini termasuk usaha halal, sehingga kami usahakan untuk bisa dipertahankan. Selain dapat menjadi lahan rezeki bagi keluarga kami, juga dua tenaga kerja yang bekerja di tempat kami,” tandas Dwi.

Pemilik hobi merpati tinggian ini menambahkan, aneka jenis barang bekas sudah biasa disetor ke pihak-pihak pengepul yang lebih besar. Antara lain ada di Sleman, Bantul dan Magelang. Pihak yang disetori mayoritas sudah spesial pada jenis barang rongsok, misalnya ada yang spesial besi, kertas dan plastik. (Yan)

Read previous post:
Tipu Teman Kos, Raup Rp 50 Juta

MLATI (MERAPI)- Dengan mengaku sebagai investor pembangunan hotel dan mencatut nama perguruan tinggi ternama di Solo, AN (29) asal Jawa

Close