Suatu Saat Ikan Koi Yogya Mentas di Luar Negeri

SEJUMLAH daerah di Jawa Timur dikenal sebagai sentra ikan hias dan pasarannya sudah sampai beberapa daerah di Indonesia. Meski demikian tak menutup kemungkinan Daerah Istimewa Yogyakarta bisa menyalip atau juga menjadi sentra ikan hias terlebih ikan-ikan koi. Salah satu faktornya, di DIY ada Pasar Koi Jogja (PKJ) di kawasan Berbah Sleman sudah dikenal berbagai kalangan dalam menghasilkan koi, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Menurut Pimpinan PKJ, Suryo Jatmiko, pihaknya akan banyak mengingat pesan dari Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X saat kunjungan kerja di PKJ, baru-baru ini, antara lain agar PKJ terus memaksimalkan seluruh potensi yang ada. Antara lain, koi-koi kurang berkualitas dapat diolah menjadi bahan baku produk pakan ikan maupun dijadikan sebagai ikan konsumsi. Tak ketinggalan untuk bisa membangun kemitraan atau network yang kuat serta berkelanjutan.

“Saat ini kami sudah memiliki mitra sebanyak 22 mitra terdiri dari tiga level. Mitra-mitra yang ada kami pilih secara bertahap dan melewati seleksi ketat, terutama yang benar-benar serius menerjuni bidang koi. Suatu saat koi asal DIY banyak diharapkan bisa merambah ke pasar ekspor juga,” papar Jatmiko kepada wartawan.

MERAPI-SULISTYANTO
Suryo Jatmiko.

Salah satu hal penting yang diterapkan kepada semua mitra plasma PKJ, sebutnya, yaitu menerapkan semboyan ajari aja diakali. Kata-kata ini memiliki makna luas, antara lain pihaknya berusaha ikhlas mengajarkan kepada segenap mitra seputar ikan koi secara rinci. Termasuk di antaranya memberikan penjelasan seputar ciri koi yang bagus dan bisa mahal. Bahkan konsep perdagangan ikan koi maupun ikan hias di PKJ harus terbuka.

Ditambahkan, dari waktu ke waktu, semakin banyak penggemar koi dari berbagai daerah berusaha bisa mempunyai koi-koi asal DIY. Tak ketinggalan koi-koi kualitas kontes, atau bukan sekadar dijadikan klangenan di kolam maupun akuarium ikan hias. Selain itu beberapa kelompok dari beberapa daerah senang mengadakan studi banding ke PKJ, misalnya mulai dari pemilihan induk koi, pemijahan, pembesaran, cara seleksi sampai soal pemasaran.

Salah satu tim dari PKJ, Agusta Mahardika menambahkan, suatu saat PKJ akan dijadikan destinasi wisata ataupun sebagai desa wisata. Terutama lebih menonjolkan pada budidaya ikan koi serta aneka ikan hias lain dipadu sejumlah kegiatan terkait bidang agro serta kuliner. Bahkan ada even rutin, misalnya lomba mewarnai/menggambar dan pentas seni.

“Kami akan berusaha pengunjung PKJ dapat merasa senang, nyaman dan mendapatkan banyak manfaat. Tentu saja soal penataan ruang maupun lingkungan tak dapat disepelekan, apalagi saat ini banyak warga senang dengan swafoto atau berselfiria,” jelasnya.

Sementara itu Kepala DKP DIY Ir Bayu Mukti S juga sangat berharap, agar koi-koi yang dihasilkan PKJ terus dipertahankan serta ditingkatkan, baik kualitas serta kuantitasnya. Apalagi saat ini sudah mempunyai banyak induk-induk kualitas bagus. Kedepannya diharapkan juga segera bisa mewujudkan destinasi wisata terutama wisata minat khusus, misalnya pengunjung dapat melihat aneka ikan hias.

“Dengan peran PKJ, semoga DIY akan bisa menjadi pusat ikan hias nasional, bisa menyalip Blitar dan Tulungagung, apalagi SDM serta SDA di DIY mampu mendukungnya. Tak kalah penting, guna mewujudkan sebagai sentra ikan hias, berbagai pihak perlu bersinergi dan didukung manajemen yang jelas,” tuturnya. (Yan)

Read previous post:
Geger Sepoy, Prasasti Bersejarah di Yogyakarta

PRASASTI bernama Geger Sepoy atau Geger Spei (Sepehi) merupakan salah satu monumen bersejarah di Yogyakarta, terutama saat ada serangan tentara

Close