PENGELOLA MASJID SUCIATI SALIMAN: Ciptakan Rasa Aman Beribadah

MERAPI-TEGUH  Suasana kajian di Masjid Suciati Saliman Denggung Sleman.
MERAPI-TEGUH
Suasana kajian di Masjid Suciati Saliman Denggung Sleman.

SLEMAN (MERAPI) – Dalam Islam tidak pernah diajarkan adanya radikalisme, terlebih gerakan terkait dengan tindak terorisme. Sehingga jika ada yang melakukan hal itu dengan mengatasnamakan Islam, maka itu bukanlah bagian dari Islam dan harus dipertanyakan keislamannya. Demikian diungkap Ustadz Hanan Yasir dalam kajian rutin di Masjid Suciati Saliman, Denggung, Sleman, Kamis (16/1) sore.
Menurut Hanan Yasir, rasa aman merupakan nikmat yang diberikan Allah kepada umatnya. Dengan adanya rasa aman di masyarakat, tentunya akan memberi jaminan kehidupan yang penuh nikmat dan damai. Sehingga akan memberikan kesempatan kepada semua orang untuk dapat beraktivitas dengan nyaman.
“Aman tentunya akan membuat kita dapat beribadah di masjid dengan perasaan tanpa ada rasa takut,” ucapnya.

Kajian dengan tema Jalin Ukhuwah Islamiyah Demi Tegaknya NKRI, Tolak Paham Radikalisme, Komunisme dan Terorisme” yang diselenggarakan pengelola Masjid Suciati Saliman, juga menghadirkan Kasibinturmas Dit Binmas Polda DIY Kompol Handiko Widiyanto, SH.,MH sebagai pembicara. Menurut Kompol Handiko, adanya berbagai perbedaan agama yang dimiliki bangsa Indonesia hendaknya harus disikapi dengan penuh toleransi dan saling menghormati. Radikalisme, komunisme dan terorisme sangat tidak menghormati adanya keberagaman yang dimiliki bangsa ini.

Selanjutnya dia mengajak jamaah untuk dapat menghargai adanya perbedaan yang menjadi fitrah manusia, serta meningkatkan rasa toleransi atas keberagaman yang dimiliki Indonesia. Lebih lanjut menurut Kompol Handiko, “Marilah kita tingkatkan rasa toleransi atas keberagaman ini. Mari kita tetap menjaga kerukunan bangsa Indonesia,” ucapnya.

Ibu Suciati Saliman besama pembicara dan para ustadz foto bersama sebelum kajian.
Ibu Suciati Saliman besama pembicara dan para ustadz foto bersama sebelum kajian.

Pemilik sekaligus pihak penyelenggara kegiatan Suciati Saliman, mengungkapkan pihaknya sangat selektif dalam menghadirkan ustadz dan pembicara untuk mengisi kajian di masjid yang dikelolanya. Menurut pengusaha dan pedagang ayam ini, pihaknya lebih suka memberikan rasa aman dan nyaman kepada jamaah untuk melaksanakan ibadah agar lebih khusuk. Sehingga para ustadz yang dihadirkan untuk memberikan kajian rutin yang diselenggarakan di masjidnya, adalah ustadz yang dapat membawa ketenteraman serta rasa aman dan damai bagi jamaah.

“Kita jelas mendukung upaya yang dilakukan pemerintah untuk terus menciptakan kondisi yang aman serta jauh dari gangguan, agar jamaah dan masyarakat dapat melaksanakan ibadahnya dengan aman, nyaman tidak merasa takut,” pungkasnya. (C-3)

Read previous post:
DIRJEN KEMENKES DR ANUNG SUGIHANTONO MKES: Antraks di Gunungkidul Sebagai KLB

WONOSARI (MERAPI) - Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Anung Sugihantono MKes menyatakan,

Close