KULIT SAMPAI USUS BANYAK DIBUTUHKAN-Usaha Pemotongan Ayam Janjikan Untung

Pengecekan ayam broiler yang disiapkan untuk dipotong.
(MERAPI-SULISTYANTO)

KEBUTUHAN ayam broiler atau potong terus meningkat dari waktu-waktu. Tak hanya dagingnya saja yang dibutuhkan masyarakat, bahkan bagian kulit, balungan, cakar, sayap, kepala, hati sampai usus ayam juga banyak dicari. Wajar jika mudah untuk dipasarkan dan usaha pemotongan ayam pun menjanjikan banyak untung.

Suatu hal wajar jika Heru M warga kawasan Jumeneng Lor Mlati Sleman mantap untuk menerjuni usaha pemotongan ayam dan memasarkan karkas ayam potong sejak kisaran dua tahun lalu. Khususnya ayam merah maupun kampung hanya berdasar permintaan saja. Dalam sehari rata-rata menyembelih 150 ekor ayam potong dan jika ada pesanan bisa sampai sekitar 350 ekor. Pasokan ayam diperoleh dari Magelang dan disetor ke tempatnya.

“Setiap harinya kami mulai menyembelih ayam mulai pukul 02.00 dini hari. Saat ini sudah ada tiga mesin bubut bulu ayam ayam,” papar Heru kepada Merapi, akhir pekan lalu.

Menurutnya bobot ayam broiler yang dipotong mayoritas di atas 2,5 kilogram. Pasalnya, banyak mendapat pesanan daging filet yang diambilkan di bagian dada ayam. Daging filet ini antara lain banyak dijadikan bahan baku membuat stik, mi ayam sampai lemper. Dalam sehari rata-rata mendapat pesanan 80 kilogram daging filet. Sedangkan balungan, hasil samping dari filet banyak dibutuhkan untuk dijadikan masakan rica-rica, sehingga saat harga ayam tinggi harga balungan (tulang) bisa kisaran Rp 11.000 perkilogram.

Semakin banyaknya lokasi kuliner penyedia rica-rica, menjadikan balungan cukup mudah dipasarkan. Adanya stok bagian kulit ayam broiler terutama karena ada pesanan daging filet. Saat in harga kulit ayam kisaran Rp 20.000 perkilogram. Kulit ayam antara lain dapat dijadikan bahan baku membuat keripik, bahkan sering dicampurkan juga pada sate ayam. Dengan campuran kulit menjadikan cita rasa sate kian gurih.

“Kami sudah mempunyai pengepul yang biasa membeli bagian kulit ayam secara rutin,” jelasnya.

Lain halnya dengan cakar ayam, biasanya diolah untuk dijadikan menu di lokasi angkringan, baik diolah dengan cara disemur, goreng tepung ataupun model fried chicken. Bahkan dapat dijadikan bahan tambahan saat membuat sop, ada juga masakan spesial sop serta mi ayam cakar. Bagian kulit dari cakar ayam pun ada yang piawai mengolah menjadi keripik atau rambak. Harga mentah cakar di pasaran saat ini kisaran Rp 15.000 perkilogram.

Bagian hati-rempela, lanjutnya, banyak dibutuhkan antara lain diolah menjadi lauk-pauk. Tak sedikit juga rumah makan menyediakan lauk dari hati dan rempela ayam termasuk di rumah-rumah makan penyedia masakan Padang. Lain halnya dengan usus ayam, antara lain banyak diolah menjadi keripik usus. Pengolah keripik usus pun tak sedikit yang kreatif, selain menyediakan rasa orijinal ada pula pilihan rasa lain, seperti balado, lada hitam, keju dan sebagainya.

“Kepala dan sayap ayam juga dapat diolah menjadi aneka jenis masakan, termasuk fried chicken yang cukup mudah juga ditemukan di pinggir-pinggir jalan. Bagian sayap enak juga diolah menjadi masakan geprek dengan cita rasa pedas,” paparnya.

Ditambahkan, di tempatnya karkas ayam yang disimpan di freezer bukan sisa yang dijual di pasar. Pasalnya jika sudah lebih 11 jam terkena udara luar dan masuk freezer akan berpeluang ada sedikit perubahan rasa. Berbeda dengan ayam yang baru disembelih lalu disimpan di freezer, tak akan ada perubahan rasa maupun aroma dari karkas ayam tersebut. (Yan)


Pin It on Pinterest

Read previous post:
Koperasi Didorong Manfaatkan Teknologi Informasi

UMBULHARJO (MERAPI) - Pengelolaan koperasi secara modern yang menggunakan teknologi informasi kini masih minim. Untuk itu keberadaan koperasi yang ada

Close