BERDAYAKAN PULUHAN PENJAHIT RUMAHAN-Buka Lapangan Kerja Lewat Konveksi

Ahmad menunjukkan beberapa produk konveksi di tempatnya. (MERAPI-SULISTYANTO)

SUATU permasalahan yang butuh perhatian dari berbagai pihak ketika lapangan kerja sulit didapat. Masih ditambah lagi harga berbagai kebutuhan rumah tangga meningkat. Maka layak mendapat apresiasi ketika ada pihak-pihak mampu membuka lapangan kerja.

Seperti halnya pemilik usaha konveksi asal Mlangi Gamping Sleman, Ahmad Franky, saat ini pihaknya memberdayakan 70 mitra penjahit konveksi tersebar di DIY. Setiap dua atau tiga hari sekali, tiap penjahit skala rumahan ini setor produk konveksi ke tempatnya. Sekaligus mengambil bahan kain spesial batik, baik batik printing maupun cap.

“Kami sendiri banyak memperoleh kainnya terutama dari Pekalongan dan Solo. Lalu dipotong-potong agar bisa diambil mitra penjahit kami. Setiap penjahit biasa mengambil antara 20 sampai 40 potong, setelah jadi produknya disetor ke tempat kami,” kata Ahmad kepada Merapi, Selasa (21/5).

Jenis konveksi yang biasa dibuat, lanjut Ahmad, antara lain wujud baju kemeja, daster, mukena dan celana panjang dan pendek. Sering juga dia menerima pesanan tas batik khususnya yang biasa dipakai kaum wanita. Adapun upah bagi penjahit, disesuaikan dengan produk yang dibuat dan tingkat kerumitan produk. Sebagai contoh jika wujud celana pendek rata-rata mendapat upah Rp 1.000 perpotong, sedangkan daster kisaran Rp 2.500 perpotong.

Produk yang sudah sampai ke tempatnya lalu diberi label Atika Collection. Pihaknya pun memiliki tenaga kerja yang biasa membantu memotong kain, memberi label serta mengemas menggunakan plastik bening. Tenaga kerja dengan tugas seperti ini dalam mengerjakannya tak di rumah masing-masing. Namun yang jelas, dengan merekrut tenaga kerja serta mitra-mitra penjahit merupakan bagian dari membantu mengurangi angka pengangguran.

“Khususnya mitra-mitra penjahit, merasa senang dapat mengerjakan di rumah masing-masing serta bisa mendapatkan tambahan penghasilan bagi keluarga,” tandasnya.

Menantu dari H Abi Dharin (pendiri Atika Collection) ini menambahkan, penjualan aneka konveksi kian meningkat setiap mendekati Idul Fitri. Konsumen bahkan ada yang datang langsung ke tempatnya baik secara pribadi maupun rombongan. Ada lagi sudah langganan antara lain untuk dijual kembali, baik pedagang maupun sekadar reseller kecil-kecilan. Pelanggan dari luar daerah dan biasa dikirim lewat jasa paket, misalnya ada di Medan, Bandung, Jakarta dan Bogor.

“Informasi seputar usaha kami bisa diperoleh dari berbagai sumber, misalny sosial media, gethok tular maupun sengaja datang ke sini langsung,” tambah Ahmad. (Yan)

Read previous post:
Gandeng Polda Jabar, STP Bandung Uji Kompetensi Tata Boga

BANDUNG (MERAPI) – Program Studi Manajemen Tata Boga Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung (STP NHI Bandung) mengadakan Tes Kompetensi Bidang

Close