INOVASI PENANAMAN ANGGREK DAN AGLAONEMA-Hemat Tempat dengan Menerapkan Hidroponik

Lokasi green house untuk membudidayakan anggrek sistem hidroponik. (MERAPI-SULISTYANTO)

BUDIDAYA tanaman secara hidroponik kian banyak diterapkan masyarakat, baik perseorangan maupun kelompok. Mayoritas ditemukan jenis tanaman sayur, sedangkan untuk tanaman hias masih sangat jarang ditemukan. Namun beberapa jenis tanaman hias dapat ditanam model hidroponik, misalnya jenis anggrek dan aglaonema.

Ketika ingin melihat aglaonema dan anggrek yang ditanam menerapkan hidroponik, yakni dapat datang ke kawasan Puri Mataram di Jalan PJKA Drono Tridadi Sleman. Tak sedikit pengunjung kawasan ini setelah berwisata kuliner di resto setempat, maupun mengunjungi beberapa wahana wisata, lalu datang ke kompleks green house yang digunakan untuk menanam anggrek dan aglaonema secara hidroponik.

“Ketika ada pengunjung bertanya-tanya, kami memiliki tim sendiri yang siap menjawab. Sebab pernah mengikuti pelatihan penanaman anggrek dan aglaonema dengan model hidroponik yang dilaksanakan oleh Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta di bawah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Semoga suatu saat kawasan budidaya aglaonema dan anggrek ini menjadi wahana wisata tersendiri,” papar salah satu marketing Puri Mataram, Lina PM, Rabu (10/4).

Ditemui secara terpisah, Kepala BBLM Yogyakarta Dra Erlin Chaerlinatun M mengungkapkan, pihaknya memang pernah menggelar pelatihan budidaya tanaman hias aglaonema dan anggrek dengan sistem hidroponik di Puri Mataram. Rangkaian dari kegiatan tersebut dibangun greenhouse sebagai stimulant serta agar menjadi tempat belajar bagi masyarakat seputar penanaman tanaman hias dengan hidroponik. Sistem ini memiliki beberapa keunggulan, misalnya dapat menghemat tempat dan tak perlu penyiraman rutin.

“Adanya lokasi contoh penanaman anggrek dan aglaonema menerapkan hidroponik akan menjadi ikon menarik tersendiri,” jelas Erlin.

Langkah tersebut, lanjutnya, juga bagian mewujudkan harapan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSi agar Puri Mataram menjadi destinasi wisata unggulan yang tampil beda dengan tempat-tempat lain. Apalagi kawasan tersebut berada di lokasi strategis dan sumber daya manusianya (SDM)-nya bisa diunggulkan, antara lain banyak kreatif, semangat gotong-royong ataupun guyub-rukunnya tinggi.

Adapun sebagai instruktur pelatihan tanaman hias aglaonema dan anggrek menerapkan hidroponik dikoordinir Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) Devi Sulistyawati SP (koordinator), Anggit Mangun Wibowo dan Pujo Rahmat W (anggota). Pelatihan dilaksanakan selama lima hari dan penutupannya dilakukan Bupati Sleman. (Yan)



Read previous post:
Madu Nusantara Sebarkan Virus Sehat dengan Senam

BISA hidup sehat sepanjang hayat menjadi dambaan banyak orang. Berbagai langkah dapat diterapkan, misalnya dengan rutin senam. Suatu langkah yang

Close