Lele Dumbo Albino Cocok Jadi Ikan Hias

Kolam untuk penampungan indukan lele, dumbo albino dan hitam dapat dicampur. (MERAPI – SULISTYANTO)

LELE termasuk jenis ikan populer di masyarakat. Saat ini paling banyak ditemukan lele berwarna hitam, antara lain ada varietas dumbo, sangkuriang, super dan mutiara. Selain warna hitam ada lagi lele ber warna kuning agak putih dan jika sudah tua kuning kemerahan. Sebagian muncul juga warna hitam, sehingga berwarna belang. Ya lele berwarna unik itu dikenal dumbo albino itu cocok dijadikan ikan hias.

“Lele seperti ini sering disebut dumbo albino. Sebenarnya sudah lama ada, sejak awal munculnya lele dumbo. Namun banyak yang beranggapan sebagai ikan hias, jadi tak banyak yang membudidayakan. Padahal citarasa daging lele dumbo albino menurut saya lebih enak dan gurih,” ungkap pembudidaya lele, Amariesta Dwi Nugroho, Selasa (9/4).

Warga Brintik Godean Sleman ini mengatakan, warna ikan lele yang tampil unik menjadikannya cocok ditempatkan di akuarium maupun kolam ikan hias. Ketika warna air kolam agak keruh alias tak bening, gerakan-gerakan dari dumbo albino bisa tetap terlihat. Warna hitam sering muncul juga, misalnya ada di beberapa badan, dekat ekor maupun kepala. Ketika masih bibit dengan ukuran antara dua sampai tiga centimeter, dibanderol dengan harga kisaran Rp 200 perekor. Sedangkan lele warna hitam dengan ukuran sama, rata-rata Rp 60 perekor.

“Selain cocok dijadikan sebagai ikan hias, kami beberapa pembudidaya lele sedang berusaha agar dumbo albino juga banyak dijadikan sebagai ikan konsumsi. Selain lebih gurih, kami yakini juga kandungan omega 3 dalam lele dumbu albino lebih tinggi,” papar Amariesta yang juga akrab disapa Kelik.

Adapun untuk memijahkan atau mengawinkan lele dumbo albino sama dengan lele umumnya. Pejantan dan betina yang akan dipijahkan, idealnya sudah berumur lebih dari delapan bulan. Sepasang lele siap kawin diambil dari kolam penampungan indukan. Khususnya yang betina antara lain ditandai bagian perut sudah membuncit, dan ketika diurut keluar telur warna kekuningan.

“Kolam untuk pemijahan sudah disiapkan dahulu, misalnya kualitas air bagus dan bening. Sore hari sepasang lele dicampurkan dalam satu kolam, esok harinya sudah terlihat telur-telur lele. Telur telah dibuahi oleh lele pejantan atau biasa disebut pembuahan di luar,” beber Kelik.

Setelah terlihat telur-telur, lanjutnya, indukan lele baik pejantan dan betina dapat dilepas lagi di kolam penampungan indukan. Air kolam penampungan indukan sengaja dibuat tak bening, sebab kalau bening bisa terjadi pemijahan. Ketika terlalu banyak jumlah bibit yang dihasilkan akan repot dalam perawatannya . Apalagi, setelah telur menetas, tiga hari kemudian masih diberi pakan cacing sutera maupun kutu air. Seiring kemajuan teknologi, ada juga cacing sutera sudah diproses menjadi wujud layaknya jeli maupun tepung.

Setelah bibit lele umurnya di atas tiga hari dapat diberi pakan wujud pelet. Ukuran pelet pun beragam, bahkan ketika tak menemukan mirip tepung di pasaran, dapat dihaluskan sendiri menggunakan blender. Saat bibit lele sudah berukuran dua sampai tiga centimeter bisa dijualbelikan. Kalau ingin dibesarkan menjadi lele konsumsi, butuh waktu kisaran tiga bulan agar kualitas daging lebih maksimal. (Yan)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
LIGA 1 U-16 – Pelatih PSS U-16 Punya PR Besar

SLEMAN (MERAPI) - Sepuluh hari jelang bergulirnya Liga 1 U-16, pelatih PSS U-16, Edi Broto punya pekerjaan rumah (PR) besar

Close