POHON PERINDANG JALAN YANG RAWAN – DLH Sleman: Warga Boleh Memangkas

Ilustrasi.

SLEMAN (MERAPI) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, memperbolehkan masyarakat memangkas pohon perindang jalan milik pemerintah kabupaten, jika dinilai rawan tumbang dan volume daunnya sudah lebat.
“Masyarakat boleh melakukan pemangkasan untuk mengurangi risiko pohon perindang tersebut tumbang, apalagi pada musim hujan ini sering terjadi hujan angin,” kata Kepala Bidang Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau DLH Kabupaten Sleman Junaidi, Minggu (24/3).

Menurut dia, saat ini jumlah pohon perindang yang berada di sekitar jalan kabupaten mencapai lebih 22.500 pohon. “Yang tidak boleh itu menebang pohon perindang, atau kalau warga tidak berani memangkas silakan lapor ke kami,” katanya dilansir Antara.

Terkait ketakutan masyarakat yang akan melakukan pembersihan cabang-cabang maupun ranting-ranting pohon yang tumbang dalam beberapa kejadian bencana angin kencang, pihaknya juga tidak pernah melarang.

“Warga setempat boleh memanfaatkan kayu dari pohon yang telah tumbang. Asal status pohon tumbang itu milik Pemerintah Kabupaten Sleman,” katanya.

Ia mengatakan, jika warga membersihkan pohon-pohon tumbang yang mengganggu akses warga atau lahan pertaniannya dan kayunya diminta untuk dimanfaatkan warga juga boleh.

“Tidak benar jika warga yang membersihkan kayu-kayu dan memanfaatkan akan kena denda. Kalau disingkirkan warga, kemudian diminta oleh warga juga boleh, karena selama ini belum ada kasus warga didenda,” katanya.

Junaidi mengatakan, meski demikian, permintaan untuk memanfaatkan itu atas nama lembaga atau warga dan bukan individu. “Syaratnya, lembaga itu harus membuat surat pengajuan ke dinas,” katanya.

Kondisi Kecamatan Turi dan Pakem pascaangin kencang beberapa waktu lalu masih belum pulih benar. Pohon yang tumbang masih berada di kanan kiri jalan. Kendati sudah dipotong.

Seperti yang terjadi di sekitar Desa Purwobinangun, Pakem. Kondisinya juga hampir sama. Di kanan kiri jalan masih ada batang pohon yang berserakan. “Mau disingkirkan tapi takut dimarahi pemerintah,” kata Kawit Riyadi warga Dusun Cepet, Pakembinangun, Pakem.

Kawit menjelaskan pohon yang tumbang adalah milik pemerintah. Namun setelah disingkirkan dari jalan, batang pohon hanya ditaruh di tepi jalan. “Kan itu juga membahayakan pengendara kendaraan bermotor,” katanya.

Kawit mengatakan, warga sebenarnya telah berinisiatif untuk menyingkirkan atau memanfaatkan bagian dari pohon tersebut. Sayangnya dia mendengar desas-desus kalau mengambil pohon itu akan didenda Rp10 juta. “Yang ingin kami manfaatkan adalah ranting-rantingnya buka batang pohon yang besar, tapi ada isu kalau ngambil akan didenda Rp 10 juta,” katanya.

Oleh karenanya, dia berharap pemerintah segera menyingkirkan batang pohon yang masih berserakan di tepi jalan. “Itu agar akses jalan menjadi lancar dan bagian-bagian dari jalan bisa kembali seperti semula. Selain itu ada beberapa ranting yang menimpa lahan pertanian warga,” katanya. (*)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Waspadai Politisasi Atribut Pemerintah

KARANGANYAR (MERAPI) - Pemkab Karanganyar meminta Bawaslu menyeriusi dugaan beredarnya kalender berlogo pemerintah yang bergambar pasangan capres cawapres. Berpijak dari

Close