Patung Satwa Percantik Taman

Jalu dan contoh patung satwa karyanya. (MERAPI-SULISTYANTO)
Jalu dan contoh patung satwa karyanya. (MERAPI-SULISTYANTO)

PATUNG aneka jenis satwa cocok ditempatkan di sejumlah lokasi strategis, misalnya tempat kuliner, hotel, tempat tinggal, pintu gerbang suatu dusun dan objek wisata. Termasuk di lokasi taman, bisa menambah indah tampilannya. Namun ukuran patung harus disesuaikan.

“Ukuran patung yang akan dipilih dapat disesuaikan dengan ukuran taman. Jika tidak luas, antara lain dapat memilih patung kelinci dan kura-kura. Tapi kalau luas dapat patung gajah, kuda, badak, kambing dan patung-patung satwa lain ukuran besar,” jelas perajin patung satwa di kawasan Senuko Sidoagung Sleman, Jalu Tirta Syah Dwijaya, Selasa (25/9) kemarin.

Menurut Jalu, dirinya membuat patung satwa, mayoritas dengan ukuran sesuai satwa aslinya. Baik yang sifatnya anakan atau dewasa. Beberapa satwa seperti kelinci dan kambing ada yang dibuat satu set, yakni ada pejantan, babon dan sejumlah anaknya. Namun ketika ada yang memesan dengan ukuran lebih besar maupun tinggi akan disanggupi juga. Seperti halnya belum lama ini mendapat pesanan patung kambing dengan tinggi kisaran enam meter.

Di lokasi usahanya, cetakan patung satwa terbuat dari <I>fiber glass<P> ada beberapa ukuran. Sedangkan bahan untuk membuat patungnya ada dua pilihan, yakni campuran semen, serat fiber dan pasir. Kedua menggunakan bahan khusus dari <I> fiber glass<P>. Jenis patung satwa yang biasa dibuat dengan dibantu tiga tenaga antara lain gajah, jerapah, kuda, sapi, kambing, domba, kura-kura, kelinci dan ikan.

“Mulai dari desain membuat patung-patung satwa sampai membuat cetakan patung, mayoritas saya kerjakan sendiri. Tapi ada juga calon konsumen membawa gambar atau desain sendiri, lalu saya buatkan cetakan patungnya,” beber Jalu.

Alumni SMSR Yogyakarta ini menambahkan, harga patung yang dibuat mulai Rp 350.000 perpatung. Termahal pernah mencapai Rp 65 juta, yakni satu set patung kambing yang dipesan oleh orang Sumatera. Induk kambingnya dengan tinggi sekitar enam meter. Sekarang ini, dia dengan timnya sedang menyelesaikan pembuatan patung sapi, kuda, badak, rusa, jerapah, gajah dan harimau pesanan pemilik usaha kuliner di Kulonprogo.

Ditambahkan, sebelum menerjuni usaha pembuatan patung, akhir 1999 dia pernah bekerja di Arab Saudi yakni usaha bidang interior bangunan. Setelah sekitar lima tahun bekerja di Arab, lalu pulang ke kampung halaman dan menggeluti jual-beli bambu di pinggir jalan. Suatu saat iseng membuat satu patung gajah dan ditempatkan di kompleks usahanya. Tanpa disangka, patung tersebut disenangi dan dibeli pemilik usaha bidang otomotif dengan harga Rp 3,5 juta.

“Sejak itu saya rutin membuat patung satwa, jenis satwanya semakin beragam. Pemasaran dengan <I>gethok tular<P> dan media sosial cukup membantu lancarnya usaha ini. Sampai akhirnya usaha jual-beli bambunya saya hentikan,” kenang Jalu. (Yan)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
PERLU JAGA KONSISTENSI PERMAINAN – PSIM Alihkan Fokus Lawan Persiwa

  YOGYA (MERAPI) - Kemenangan meyakinkan yang dicatatkan PSIM Yogya dengan menekuk perlawanan Persigo Semeru FC Lumajang 2-0 di Stadion

Close