TARGET 12 KURSI – PAN Sleman Rekrut Caleg Potensial

MERAPI-AWAN TURSENO Nazarudin memukul gong saat membuka Rakerda DPD PAN Sleman.
MERAPI-AWAN TURSENO
Nazarudin memukul gong saat membuka Rakerda DPD PAN Sleman.

MLATI (MERAPI) – Memasuki tahun politik, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional PAN Sleman telah mengatur berbagai strategi untuk meraih kursi lebih banyak. Tak tanggung-tanggung, Pemilu 2019 mendatang mentargetkan 12 kursi untuk duduk di DPRD Sleman. Perolehan wakil rakyat tersebut naik 100 persen dari sebelumnya yang hanya memiliki 6 kursi.

Untuk meraih target tersebut, berbagai strategi mulai dirancang agar dapat terwujud. Diantaranya merekrut calon anggota legislatif (caleg) potensial di masing-masing daerah pemilihan. Serta melakukan pemetaan diseluruh wilayah Sleman maupun persebaran caleg di masing-masing dapil.

Ketua DPD PAN Sleman Sadar Narimo menjelaskan, partainya kini telah merekrut lima puluh persen berasal dari tokoh masyarakat termasuk caleg yang kini duduk di DPRD Sleman. Sedangkan 50 persen sisanya dipersiapkan bagi masyarakat yang ingin bergabung dan mendaftar menjadi caleg. Langkah tersebut diyakini akan mampu mendulang suara lebih maksimal di 6 dapil.

“Sleman dibagi menjadi 6 dapil. Dengan perolehan 2 kursi di masing-masing dapil, berarti kita dapat menghantarkan 12 caleg untuk duduk di kursi DPRD Sleman. Jadi target tersebut sangatlah realistis,” kata Sadar dalam Rapat Kerja Daerah Rakerda DPD PAN Sleman di Hotel Rich Jalan Magelang Minggu (25/2).

Begitu pula untuk memenuhi kuota 30 persen caleg perempuan, pihaknya tidak akan sembarangan memasukkan sebagai calon legislator. Menurut Sadar, potensi perempuan untuk menjadi politikus sangat besar. Dengan menjaring tokoh-tokoh wanita, akan mampu mendongkrak perolehan suara, bahkan kemungkinan besar mereka mampu meraih suara terbanyak.

Senada, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN DIY Nazarudin menegaskan, target naik 100 persen kursi DPRD Sleman merupakan mimpi yang harus terwujud. Untuk itu diperlukan strategi yang tepat baik saat menerima caleg hingga pemetaan politik yang hasilnya disampaikan ke mereka dalam mencari dukungan masyarakat.

Begitu pula dalam memenuhi syarat kuota 30 persen bagi caleg perempuan, DPD PAN Sleman agar melaksanakan aturan. Sehingga jangan sampai hanya karena keterwakilan perempuan tidak mencukupi, berdampak pada ditolaknya daftar caleg oleh KPU.

Ketua Majelis Pertimbangan Partai Sri Purnomo menekankan, Rakerda tahun 2018 merupakan agenda strategis dalam rangka menghadapi Pemilu legislative 2019. Artinya, keberhasilan akan dimulai dengan dari sekarang dengan kerja yang baik dan kompak agar target yang telah ditetapkan DPD PAN Sleman bisa tercapai.

Terkait munculnya beberapa partai baru, menurutnya, sebagai partai lama dan sudah lebih mapan, jaringan yang dimiliki telah luas dan kuat. Meskipun sama-sama mempunyai kesempatan meraih simpati dan suara dari pemilih, namun keyakinan perolehan suara tersebut mampu diraih.
Ketika disinggung target 12 kursi, Bupati Sleman ini dengan tegas menyampaikan, partai harus memiliki target perolehan suara dalam Pemilu. Untuk itu, kerjasama yang baik serta strategi pemenangan harus segera disususn sedini mungkin. “Kita sedang menggodok strategi untuk menghadapi pemilu mendatang. Mudah-mudahan formulasinya dapat diselesaikan secepat mungkin,” pungkasnya. (Awn)

Read previous post:
Buya Syafii Maarif Luncurkan Buku

DEPOK (MERAPI) - Prof Dr Ahmad Syafii Maarif yang menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2000-2005 ternyata pernah

Close