• Senin, 24 Januari 2022

Cetak Sejarah, Film Garapan Edwin 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas' Raih Golden Leopard di Locarno

- Minggu, 15 Agustus 2021 | 07:04 WIB
Adegan film 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas' atau 'Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash' (2020).  (ANTARA/Palari)
Adegan film 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas' atau 'Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash' (2020). (ANTARA/Palari)

JAKARTA, haerianmerapi.com - Sejarah berhasil dicetak Edwin. Film garapannya, 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas' yang judul internasionalnya 'Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash' mencetak sejarah dengan menyabet Golden Leopard, hadiah utama dari sesi kompetisi internasional (Concorso Internazionale) yang diadakan Locarno International Film Festival 2021.

Dikutip dari keterangan resmi pada Minggu (15/8/2021), Penghargaan ini merupakan catatan spesial, karena Edwin merupakan orang Indonesia pertama yang memenangkan Golden Leopard, penghargaan tertinggi yang pernah dimenangkan sutradara kaliber dunia seperti Stanley Kubrick, Mike Leigh, Jafar Panahi, dan Jim Jarmusch.

Selain itu dalam lima tahun terakhir, baru kali ini film panjang Indonesia memenangkan hadiah utama di festival bergengsi Eropa.

"Penghargaan Golden Leopard ini semacam vaksin, booster, atau vitamin yang diharapkan mampu menguatkan kembali film Indonesia dan segenap jiwa raga pecinta film Indonesia di manapun mereka berada," kata Edwin.

Baca Juga: Sutradara Wregas Bhanuteja Bikin Film Panjang Pertama, 'Penyalin Cahaya'
​​
Diputar empat kali di Locarno International Film Festival 2021, film ini disambut meriah para penonton dan kritikus internasional.

Film yang diadaptasi dari novel Eka Kurniawan ini dibintangi oleh Marthino Lio (berperan sebagai Ajo Kawir), Ladya Cheryl (Iteung), Reza Rahadian (Budi Baik), Ratu Felisha (Jelita) dan Sal Priadi (Tokek).

Bercerita tentang Ajo Kawir, seorang jagoan yang tak takut mati. Hasratnya yang besar untuk bertarung didorong oleh sebuah rahasia — ia impoten. Ketika berhadapan dengan seorang petarung perempuan tangguh bernama Iteung, Ajo babak belur hingga jungkir balik — dia jatuh cinta.

Akankah Ajo menjalani kehidupan yang bahagia bersama Iteung dan, pada akhirnya, berdamai dengan dirinya?

Baca Juga: Habib Syeh Melantik Airlangga Jadi Syekhermania

Di sisi lain, Locarno Film Festival merupakan ajang film tahunan yang digelar setiap Agustus di Locarno, Swiss. Tahun ini adalah edisi ke 74 sejak didirikan pertama tahun 1946, menjadikannya salah satu festival film tertua di dunia.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X