• Sabtu, 21 Mei 2022

Happy Salma Akui Kesulitan Bawakan Peran Raden Nana Sunani

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 15:30 WIB
Aktris Laura Basuki (berperan sebagai Ino) dan Happy Salma (sebagai Nana) saat menghadiri acara "Special Media Announcement" film “Before, Now & Then (Nana)” di Goodrich Suites Artotel Portfolio, Jakarta, Jumat (22/1/2022).  (ANTARA/HO-Poplicist publicist)
Aktris Laura Basuki (berperan sebagai Ino) dan Happy Salma (sebagai Nana) saat menghadiri acara "Special Media Announcement" film “Before, Now & Then (Nana)” di Goodrich Suites Artotel Portfolio, Jakarta, Jumat (22/1/2022). (ANTARA/HO-Poplicist publicist)

JAKARTA, harianmerapi.com - Aktris Happy Salma mengaku kesulitan mendalami peran dalam film “Before, Now & Then (Nana)” karya sutradara Kamila Andini.

Namun Happy berpendapat penggambaran sisi kemanusiaan pada karakter yang ia perankan menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

“Menurut saya film periode ini bisa masuk ke dalam festival internasional, seperti Berlinale, mungkin karena sisi kemanusiaannya yang tinggi karena tidak mengkultuskan seseorang. Ya, biasa aja,” kata Happy saat dijumpai wartawan di Jakarta, Jumat (21/1/2022).

Baca Juga: Pengalaman Lucu yang Menyeramkan Merekam Tempat Angker dengan HP dan Tidak Boleh Menukar Uang Pecahan di Bank

Dalam film tersebut, Happy membawakan karakter utama sebagai Raden Nana Sunani dengan latar waktu era 1960-an. Penggambaran karakter Nana sebagai perempuan pada umumnya membuat aktris itu bersemangat mendalami peran meski menemukan kesulitan.

“Dia perempuan biasa. Yang menyenangkan adalah saya tidak memerankan tokoh heroik, kepahlawanan, atau apa. Dia sama seperti ibu dan nenek kita yang punya kelebihan dan kekurangan, tapi kita tetap sayang,” ujarnya.

Happy mengatakan kesepakatan di antara tim inti produksi atas penggunaan bahasa Sunda secara penuh dalam dialog telah memberinya keyakinan untuk terlibat di dalam film “Nana”. Apalagi, lanjutnya, film berbahasa Sunda sudah lama tidak muncul di kancah perfilman Indonesia setelah “Lutung Kasarung” (1928) yang dibuat sutradara Belanda.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Besok Minggu, 23 Januari 2022 Prediksi Lengkap Tentang Kehidupan Asmara, Cinta, dan Keluarga

“Saya orang Sunda, saya harus main di tanah kelahiran saya. Saya belum nonton filmnya, nih. Saya tidak sabar, membayangkan juga nggak tahu ini festivalnya,” tuturnya.

Meski lahir dan tumbuh di tanah Sunda, Happy mengaku kesulitan ketika memahami dialog bahasa Sunda lawas era 50 hingga 60-an. Namun ia merasa beruntung sebab terdapat sejumlah mentor yang difasilitasi oleh tim produksi untuk mendampingi para aktor belajar dan berlatih berbicara bahasa Sunda lawas.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X